Reaksi Nasional dan Internasional
Insiden ini mendapat perhatian luas. Perdana Menteri Keir Starmer menyampaikan keprihatinannya. “Kejadian di Liverpool sangat mengerikan. Pikiran saya bersama para korban,” tulisnya di media sosial X.
Raja Charles III yang tengah berada di Kanada juga ikut menyampaikan belasungkawa. “Kami sangat terkejut dan sedih. Saya tahu semangat komunitas Liverpool akan menjadi kekuatan penyembuh,” ujar Raja melalui pernyataan resmi.
Liverpool FC dan klub rival Everton FC menyatakan simpati mendalam atas kejadian tersebut. Seluruh kegiatan perayaan internal Liverpool dilaporkan ditunda sementara. Premier League juga mengeluarkan pernyataan dukungan dan doa bagi para korban.
Polisi masih menyelidiki motif pelaku dan menunggu hasil tes toksikologi. Sementara warga Liverpool berharap kejadian ini tidak meredupkan semangat perayaan kemenangan yang semula penuh suka cita.
Sementara itu, Wali Kota Wilayah Kota Liverpool Steve Rotherham menyebut insiden itu telah “membayangi hari perayaan mutlak” yang semula penuh kebanggaan bagi kota. Ia meminta publik untuk tidak berspekulasi liar dan membiarkan pihak berwenang bekerja menuntaskan penyelidikan.
Dari sisi penyelidikan, Polisi Merseyside menegaskan insiden ini tidak diperlakukan sebagai aksi terorisme. Mereka meyakini kejadian tersebut merupakan kasus tunggal dan pengemudi bertindak sendiri.
“Ini diyakini sebagai insiden yang terisolasi dan saat ini kami tidak mencari pelaku lain,” ujar juru bicara kepolisian.***