Merdeka 100 Persen! — Peringatan Tan Malaka Itu Masih Menggema hingga Kini

ILUSTRASI. - Samudrafakta
Apa Bedanya Dulu dan Kini?

Jika kita jujur, banyak masalah yang kini dihadapi bangsa ini masih serupa dengan peringatan Tan Malaka pada 1946. Kita memang sudah merdeka secara politik, tetapi kemerdekaan ekonomi dan sosial belum sepenuhnya tercapai. Rakyat kecil masih sulit mengakses pendidikan berkualitas, petani kesulitan menguasai tanahnya, sementara ruang politik dikuasai elite.

Peringatan Tan Malaka mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan titik akhir, melainkan proses panjang. Proklamasi hanyalah pintu, sedangkan perjuangan sebenarnya adalah memastikan bahwa kemerdekaan dirasakan semua orang, bukan hanya segelintir.

Hari ini, menjelang delapan dekade Indonesia merdeka, pertanyaan itu masih sah untuk diajukan: apakah kita sudah merdeka 100 persen, ataukah masih terjebak dalam pola lama yang hanya mengganti wajah penindasan?

Bacaan Lainnya

Tan Malaka pernah menegaskan, jika kemerdekaan hanya melahirkan elite baru, maka perjuangan belum selesai. Wasiat itu terasa semakin relevan di tengah ketimpangan, ketergantungan, dan krisis moral bangsa. Karena merdeka sejati, seperti yang ia maksud, bukanlah seremoni, melainkan keberanian untuk mengubah struktur agar seluruh rakyat dapat merasakannya.***

Pos terkait