Chile – Kata “kediktatoran” diganti jadi “rezim” untuk membahas Augusto Pinochet. Kritik membanjir, tapi pemerintah tetap jalan terus.
Menulis Ulang Bukan Menghapus, Tapi Merapikan
Sejarah bukan kitab suci—barangkali paradigma ini yang menjadi acuan Menteri Fadli Zon untuk menulis ulang sejarah. Ia dibentuk oleh cara pandang, oleh kepentingan, dan oleh siapa yang punya suara.
Maka, dalam sudut pandang ini, barangkali merevisi sejarah bisa didefinisikan sebagai bukan kejahatan. Justru kejahatan adalah membiarkan generasi muda tumbuh dengan narasi yang menyesatkan atau tak lengkap.
Selama prosesnya terbuka, melibatkan pakar, dan bertujuan mendidik—bukan mencuci otak—penulisan ulang sejarah adalah langkah sehat dan perlu.
Indonesia punya peluang besar: membangun narasi sejarah yang jujur, mewakili seluruh rakyatnya, dan tak sekadar melanggengkan versi pemenang.
Yang penting: tulis dengan akal, bukan agenda.***





