Menu Desa Menyapa di Tengah Kota

Pilihan menu siang adalah sego garang asem dan sego campur cumi hitam surabaya yang konon katanya menjadi salah satu favorit karena pedasnya. Sebagai penutupnya ada es campur tidar dengan isian komplet, seperti kilang kalung, jeli, cendol, tape singkong, dan kucuran sirup frambozen yang legit-harum.  Jika ingin minuman hangat, Anda bisa memilih wedang uwuh, teh poci gula batu, teh lemon, wedang teh serai, atau kopi tetes susu.

Nasi garang asem disajikan tidak dalam bentuk bungkusan daun pisang, tetapi berbentuk nasi disiram kuah garang asem dengan potongan daging dan irisan cabai rawit yang mendominasi. Potongan kering tempe dan empal menjadi side dish yang disajikan bersama nasi garang asemnya. Rasa kuahnya gurih, meski tidak menggunakan santan seperti garang asem pada umumnya. Rasa pedasnya cukup kuat, meski cabainya hanya diiris saja. Ini karena cabai yang digunakan adalah cabai rawit domba yang pedasnya terkenal nonjok.

Sego campur cumi hitam surabaya disajikan sangat komplet. Nasi putih ditaruh di piring cokelat jadul, dikelilingi lauk pauk seperti tumisan cumi hitam, tahu pedas dibumbui bali, setengah telur balado, serundeng kelapa di atas nasi, rempeyek udang, dan tak ketinggalan sambal bawangnya yang aroma pedasnya menggelitik liur Anda. Tekstur cumi hitamnya pas, rasanya manis gurih, dan tentu saja pedas yang menjadi ciri khasnya. Dipadukan dengan serundeng kelapa yang kreskres renyah, tak ketinggalan rempeyek udangnya menambah nikmat santap siang kemarin. Untuk Anda yang tak bisa kompromi dengan rasa pedas, Anda bisa memilih menu lain, seperti sego rawon, bothok telur asin, dan masih banyak pilihan lain yang bisa Anda mintakan rekomendasi oleh pelayannya.

Bacaan Lainnya
Garang asem.(SF | Septia)

 

Sego campur cumi. (SF | Septia)

Es gudir surabaya menutup santap siang dengan manis dan membasuh panasnya tenggorokan peninggalan pedasnya sego sambal di Srasadesa.

Pos terkait