Pembelajaran merujuk pada buku Jati Diri Bangsa: Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi Sang Mujadid Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan, terbitan Organisasi Shiddiqiyyah dan Kompas.
Para instruktur tergabung dalam Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa Indonesia, jaringan nasional penggerak pendidikan karakter.
Ruang Refleksi di Situs Sejarah
Bagi peserta, lokasi pelatihan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Tika, mahasiswa asal Jombang, menyebut sesi refleksi di Situs Ndalem Pojok memberi pengalaman personal yang mendalam.
“Saya merasa menemukan makna diri ketika berada di tempat Bung Karno belajar pidato. Bukan sekadar sejarah, tapi perenungan,” ujarnya.

Model Pendidikan Alternatif
Panitia melibatkan tim Monitoring dan Evaluasi dari unsur pemerintah, kepolisian, akademisi, dan tokoh masyarakat. Langkah ini ditempuh untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
“Respons peserta sangat positif. Ini menunjukkan pendidikan karakter berbasis rasa masih relevan dan dibutuhkan,” kata Budiono, panitia pelaksana.
BINLAT Jati Diri Bangsa diproyeksikan menjadi model pendidikan alternatif yang menempatkan kesadaran, nilai, dan identitas kebangsaan sebagai fondasi pembentukan generasi Indonesia Emas 2045.***





