Berpotensi Menambah Sampah Makanan
Potensi munculnya sampah makanan dari makan siang gratis juga tidak bisa dianggap sepele—misalnya ketika menu yang disajikan gagal memancing selera makan penerima program, sehingga tidak dimakan.
Indonesia tergolong punya sampah makanan terbesar di dunia, bernilai ratusan triliun rupiah. Sampah makanan di Indonesia pada tahun 2022 ditaksir mencapai 40-an juta ton. Sedangkan pada tahun 2023, jumlah sampah makanan ditaksir sudah lebih dari 46 juta ton. Mengacu pada angka tersebut, maka setiap orang diperkirakan membuang sampah makanan yang setara dengan Rp2,1 juta per-tahun.
Sampah ini terutama muncul di kota-kota besar, dan perkotaan “satelit” yang baru tumbuh pesat. Produksi sampah makanan di Indonesia itu menduduki posisi terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Tiongkok.
Sementara itu, menurut hasil analisis Kompas, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp330 triliun. Jika nilai sejumlah itu diberikan kepada rakyat miskin, maka setiap orang bisa menerima Rp12,69 juta.
Sampah makanan menimbulkan efek Gas Rumah Kaca (GRK) sangat besar. Berdasar data World Resources Institute (WRI), emisi gas rumah kaca dari sampah makanan menyumbang 8 persen dari emisi global. Sebagian besar emisi gas yang dihasilkan adalah gas metana. Memiliki potensi 25 kali lebih tinggi dibanding karbon dioksida (CO2) dalam meningkatkan pemanasan global.
Indonesia sudah darurat sampah makanan. Berdasar data SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) mencatat sampah sisa makanan Indonesia mencapai 46,35 juta ton. ❒





