Gus Salam melanjutkan, terkait Konfercab Jombang yang sudah berjalan, PBNU tiba-tiba mengirimkan surat yang mengakui pemilihan syuriah, tapi tidak mengakui tanfidziyah.
“Ini aneh, wong caranya sama kok diakui secara parsial. Padahal prosesnya bareng, kok bisa diakui parsial. Tapi ini aneh, kita tutup mata dan ketika PB meminta konfercab ulang dengan surat resmi kita lakukan,” katanya.
Menurut Gus Salam, PWNU Jatim sudah melaksanakan instruksi PBNU terkait Konfercab Jombang. “Tapi di tengah konfercab ulang, PBNU mengambil sikap men-skorsing tanpa alasan yang jelas, terus keluar SP kedua,” sambungnya.
Gus Salam menambahkan, persoalan ketiga adalah ketika PWNU Jatim menggelar NU Award pada Maret 2023 di Ponpes Lirboyo, Kediri. Hal itu dipersoalkan oleh PBNU karena Kiai Marzuqi tidak menyebut nama Ketua Umum PBNU dalam sambutannya.
“Hanya karena tidak mencantumkan sambutan Ketua Umum PBNU datang SP ketiga. Padahal, itu hanya teknis saja. Ya namanya undangan kan nggak semua sambutan disebutkan,” jelas Gus Salam.
Gus Salam juga menilai, pemberhentian Kiai Marzuqi tersebut bernuansa politis. Sebab, ada arahan dari PBNU ke struktur PCNU untuk memilih pasangan calon tertentu.”Menurut saya ada konspirasi, ada rekayasa, dan tentu sangat bernuansa politis,” pungkasnya.
KH Marzuqi Mustamar sudah menyatakan legowo dipecat dari Ketua PWNU Jawa Timur. Dia mengaku tidak paham terkait kesalahan hingga diberi tiga surat peringatan dan surat pemberhentian.”Sampai saat ini kami tidak tahu kesalahannya. Yang pertama, ditulis PW (pengurus wilayah) menentang perintah PB (pengurus besar). Menentangnya kayak apa? Kami nggak begitu mengerti,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang ini.
Gus Kautsar, putra KH Nurul Huda Djazuli, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, mempertanyakan kesalahan KH Marzuqi Mustamar sehingga dicopot dari jabatannya sebagai Ketua PWNU Jatim.
“Saya tidak paham. Coba tanya ke orang-orang PWNU (Aku ora ngerti, saiki takoono wong PWNU Jatim),” kata Gus Kautsar yang juga Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, dalam video yang diunggah oleh Instagram @gerakannahdliyinbersatu, Kamis (4/1/2024).





