Melalui Shumuka-cho (kantor cabang Shumubu di daerah) Mbah Hasyim dan sejumlah kiai membuat barisan komando perang, seperti Barisan Hizbullah, Sabilillah, Pandu Wathon, dan lain sebagainya. Setiap hari kiai dan santri itu mereka dilatih perang oleh tentara Jepang dalam komando Jenderal Suzuka. Kelak, setelah mereka sedikit mahir, Mbah Hasyim dimasukkan ke penjara selama empat bulan karena menolak kebijakan Seikerei.
Selama itu pula pemberontakan demi pemberontakan kaum santri bergolak di mana-mana, sehingga Jepang terpaksa melepaskan Mbah Hasyim. Selanjutnya, strategi inilah salah satu yang mengantarkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Lebih dari itu, ketika Mbah Hasyim dan NU mengeluarkan resolusi jihad 22 Oktober yang meminta rakyat untuk melawan Sekutu yang membonceng NICA adalah jihad fardhu ‘ain demi membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan. Sejarah mencatat, setelah itu, tanggal 24, 25, dan 27–28 gencatan senjata berkobar di Surabaya. Puncaknya sampai 10 November 1945.
Selain terjadi di Jatim, peristiwa lain juga terjadi di seputar Jateng. Setelah NICA dan Sekutu yang dipimpin Van der Plas dan Van Mook mendarat di Ambarawa pada 29 September. Gubernur Jawa Tengah saat itu Wongsonegoro justru “mempersilakan” masuk rombongan Sekutu itu dan melepaskan ribuan tawanan Sekutu.
Anehnya setelah dilepas, tawanan itu dipersenjatai dan balik mengambil kekuasaan Gubernuran. Kiai Chudlori, pendiri Pesantren Tegalrejo, santri Mbah Hasyim, atas perintahnya meminta anggota Shumuka-cho yang terlatih yaitu para santri, pemuda masjid dan musala serta segenap masyarakat untuk merebut kembali Ambarawa.
Pertempuran berlangsung sengit pada 20–22 Oktober 1945, sampailah utusan Jenderal Soedirman, Letkol Sarbini dan Letkol Isdiman turut membahu berjuang. Para santri Mbah Chudlori menempati garda terdepan perjuangan menggebuk tentara Sekutu ini. Dalam peristiwa ini muncul nama dua santri asal Magelang, yakni Adzroi dan Sastrodiharjo yang dikenal dengan kesaktiannya akibat hizib Mbah Chudlori.






1 Komentar
Komentar ditutup.