Mayoritas Ulama Berpendapat Kurban Sendirian dengan Satu Ekor Kambing Lebih Utama daripada Patungan Sapi

Jika ada satu anggota keluarga berkurban kambing, itu sudah cukup mewakili syiar Islam bagi seluruh keluarga, karena hukumnya sunnah kifayah.
__________

Makin ke sini sepertinya kian banyak masyarakat Muslim Indonesia memilih berkurban dengan cara patungan sapi dengan berbagai pertimbangan, seperti efisiensi atau kerukunan hidup bermasyarakat. Makin jarang yang berkurban kambing sendirian. Sebenarnya manakah, sih, lebih utama: berkurban sendiri dengan seekor kambing atau patungan sapi?

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3iA) Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah. KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, pernah menyampaikan bahwa kurban satu ekor kambing untuk satu orang lebih utama dibanding patungan tujuh orang untuk seekor sapi.

Gus Baha menyampaikannya dalam satu edisi perbincangan bersama Prof. Quraisy Shihab di kanal YouTube Najwa Shihab.

Bacaan Lainnya

Menurut Gus Baha, kurban kambing sendirian dinilai lebih privat dan lebih mencerminkan pengorbanan personal, dibandingkan kurban sapi yang dilakukan secara kolektif.

Gus Baha juga merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, di mana ketika Allah mengganti Ismail dengan hewan sembelihan, yang dikirimkan adalah seekor kambing, bukan sapi atau unta.

Pesan tersebut, menurut Gus Baha, menjadi isyarat bahwa kambing memiliki keutamaan khusus dalam ibadah kurban.

“Andaikan ada hewan yang lebih baik dari kambing, tentu Allah akan mengganti Nabi Ismail dengan hewan tersebut, bukan kambing,” ujar Gus Baha.

Gus Baha pun mengkritik fenomena masyarakat modern yang mulai meninggalkan kurban kambing karena alasan gaya hidup dan kesehatan, seperti kekhawatiran tekanan darah tinggi karena konsumsi daging kambing. Hal ini menurut beliau adalah perubahan tren yang justru menggeser nilai-nilai pengorbanan dan keteladanan dari Nabi.

Sementara itu, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, menulis bahwa kurban yang paling utama adalah unta, sapi, domba, kambing kacang, unta kolektif, kemudian sapi kolektif.

Sedangkan Syekh Khathib al-Syarbini, dalam kitab Al-Iqna’ Hamisy Hasyiyah al-Bujairimi, berpendapat bahwa keutamaan dari macam-macam hewan kurban itu dilihat berdasarkan pertimbangan syiar.

“Lebih utamanya macam-macam kurban dengan melihat pertimbangan syiar adalah unta, kemudian sapi, karena daging unta lebih banyak. Kemudian domba, kemudian kambing kacang, sebab lezatnya daging domba melebihi kambing kacang. Kemudian berkurban kolektif dalam unta atau sapi,” demikian dikutip dari Al-Iqna’ Hamisy Hasyiyah al-Bujairimi.

“Adapun melihat daging, maka daging domba adalah yang terbaik. Tujuh ekor kambing lebih utama dari satu ekor unta atau sapi. Satu ekor kambing lebih utama dari kurban unta atau sapi secara kolektif, sebab menyendiri dalam mengalirkan darah,” imbuh Syekh Khathib.

Dengan demikian, bila mengacu pada pendapat di atas, maka bisa dikatakan berkurban kambing sendiri lebih utama daripada berkurban sapi secara kolektif. Alasannya karena pahala dan keberkahan tetesan darah hewan kurban didapatkan secara pribadi, tidak dibagi dengan orang lain yang berkurban.

Pos terkait