Sedang Viral, Benarkah Matcha Baik Bagi Kesehatan Tubuh?

Matcha
Ilustrasi matcha. - Pixabay

5. Bukan Berarti Otomatis Meningkatkan Imunitas

Matcha mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Kandungan tersebut membuat matcha berpotensi mendukung kondisi tubuh secara umum.

Namun, menyebut matcha secara langsung dapat “meningkatkan sistem imun” masih terlalu sederhana. Bukti klinis mengenai manfaat matcha terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang.

Yang lebih penting, jangan menjadikan matcha sebagai pengganti pola makan bergizi, tidur cukup, olahraga, dan kebiasaan hidup sehat lainnya.

Bacaan Lainnya

Matcha Juga Punya Efek Samping

Di tengah tren minuman sehat, ada satu hal yang sering terlupakan: sehat bukan berarti bebas batas.

Matcha tetap mengandung kafein. Konsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan sulit tidur, gelisah, mual, atau jantung berdebar, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Matcha juga dapat dikonsumsi bersama makanan jika seseorang mengalami ketidaknyamanan ketika meminumnya saat perut kosong.

Yang perlu dibedakan adalah matcha sebagai minuman dengan ekstrak teh hijau dalam bentuk suplemen. Risiko gangguan hati yang dilaporkan dalam literatur terutama berkaitan dengan produk ekstrak teh hijau dalam dosis tinggi, bukan konsumsi teh hijau sebagai minuman biasa.

Karena itu, tidak tepat menyamakan satu cangkir matcha dengan suplemen ekstrak teh hijau berkonsentrasi tinggi.

Jangan Lupa Kandungan Gula

Ini bagian yang sering luput ketika matcha disebut sebagai minuman sehat.

Matcha murni memang rendah kalori. Namun, produk matcha latte atau minuman kekinian bisa mengandung tambahan gula, susu, sirup, krimer, atau topping dalam jumlah cukup besar.

Artinya, manfaat dari matcha tidak otomatis membuat seluruh minuman menjadi sehat.

Jika ingin mendapatkan manfaat matcha tanpa menambah asupan gula secara berlebihan, perhatikan komposisi minuman dan pilih kadar gula yang lebih rendah.

Cara Memilih Matcha yang Baik

Popularitas matcha membuat produk dengan berbagai tingkatan kualitas semakin mudah ditemukan.

Matcha berkualitas baik umumnya memiliki warna hijau yang cerah dan tekstur bubuk yang sangat halus. Dari sisi rasa, matcha memiliki karakter khas dengan sensasi pahit dan umami.

Istilah ceremonial grade dan culinary grade juga banyak digunakan di pasaran. Secara umum, ceremonial grade lebih sering digunakan untuk diminum langsung, sedangkan culinary grade digunakan sebagai bahan makanan atau dessert.

Namun, istilah tersebut tidak selalu menjadi jaminan tunggal mengenai kualitas. Konsumen tetap perlu memperhatikan asal produk, komposisi, proses produksi, dan informasi pada kemasan.

Berapa Banyak Matcha yang Aman?

Tidak ada satu angka konsumsi matcha yang berlaku sama untuk semua orang karena kandungan kafein setiap produk dapat berbeda.

Bagi orang dewasa sehat, konsumsi matcha sebagai minuman dalam jumlah wajar umumnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, tetap perhatikan total asupan kafein dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, minuman energi, dan produk lainnya.

Jika sensitif terhadap kafein, sebaiknya hindari matcha menjelang tidur.

Ibu hamil juga perlu memperhatikan total konsumsi kafein dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai batas yang sesuai.

Jadi, Matcha Benar-Benar Lebih Sehat?

Matcha bukan sekadar tren, tetapi juga bukan minuman ajaib.

Matcha memang memiliki kandungan katekin, EGCG, L-theanine, dan kafein yang membuatnya menarik dari sisi nutrisi dan penelitian kesehatan. Sejumlah studi menunjukkan potensi manfaat terhadap fungsi kognitif dan beberapa aspek kesehatan metabolik. Namun, bukti klinis untuk banyak klaim kesehatan masih berkembang dan belum cukup untuk menjadikan matcha sebagai terapi atau pencegah penyakit.

Yang juga penting adalah apa yang ditambahkan ke dalam matcha. Secangkir matcha tanpa banyak gula tentu berbeda dengan minuman matcha yang dipenuhi sirup, krimer, whipped cream, dan topping.

Jadi, kalau ingin mengikuti tren matcha, tidak ada salahnya.

Asalkan jangan hanya mengejar warna hijaunya untuk konten media sosial. Pahami kandungannya, perhatikan kadar kafein dan gula, serta konsumsi sesuai kebutuhan tubuh.

Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan ditentukan oleh satu minuman, tetapi oleh keseluruhan pola hidup yang kita jalani setiap hari.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan