Tim juga menguji kekuatan tarik, kemampuan menyerap air, dan profil pelepasan bahan aktif dari setiap formulasi.
“Formulasi tersebut kami buat terlebih dahulu, mulai dari pemeriksaan struktur menggunakan SEM dan FTIR, lalu uji daya tarik, uji penyerapan air, serta profil pelepasan bahan aktif,” ujar Abdul.
Formulasi terpilih selanjutnya diuji pada organisme hidup. Pemeriksaan histopatologi juga direncanakan untuk melihat perubahan jaringan serta efektivitas balutan terhadap luka.
Abdul mengatakan tim masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pengumpulan bahan, pengurusan laboratorium, hingga pelaksanaan pengujian eksternal. Formulasi hidrokoloid yang dikembangkan juga masih melalui proses percobaan berulang.
Tim berharap penelitian tersebut dapat menjadi bukti awal untuk pengembangan produk lebih lanjut. Mereka juga membuka peluang agar inovasi itu kelak dikembangkan menjadi usaha rintisan di bidang kesehatan.
“Melalui ide ini kami berharap dapat menjadi bukti awal dan bisa menjadi sebuah perusahaan rintisan serta menginspirasi peneliti untuk melanjutkan dan mengembangkan inovasi di bidang kesehatan,” kata Abdul.***





