Longsor Cilacap Tewaskan 3 Warga, 21 Masih Hilang, Pencarian Berkejaran dengan Waktu

Tim gabungan melakukan operasi pencarian dan pencarian dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11). - BNPB
Hujan lebat berhari-hari memicu tanah longsor besar di Desa Cibeunying, Cilacap, yang menewaskan tiga warga dan membuat 21 lainnya masih hilang hingga Jumat siang.

Tanah longsor menerjang permukiman di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis malam (13/11/2025), setelah hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak beberapa hari sebelumnya. Material tanah basah, batu, dan batang pohon meluruh dari lereng dan menimbun sedikitnya belasan rumah dalam hitungan detik. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan bekerja sepanjang malam di tiga sektor terdampak, termasuk Dusun Tarukahan dan Cibuyut, untuk mencari puluhan warga yang dilaporkan hilang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya di Bogor, Jumat (14/11), menyebut data sementara mencatat 47 warga terdampak. “Tiga meninggal dunia, 23 selamat, dan 21 masih dalam pencarian,” ujarnya. 

Bacaan Lainnya

Tim SAR mengerahkan alat berat, pompa air, dan pencarian manual karena kondisi medan yang dipenuhi lumpur tebal. 

On Scene Coordinator Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa operasi dilakukan tanpa jeda untuk mengejar waktu emas. Ia juga mengonfirmasi penemuan satu korban atas nama Yuni di sektor B-1 sekitar pukul 10.43 WIB.

Ancaman Longsor Susulan

Di tengah upaya pencarian, BPBD Cilacap mengingatkan bahwa pergerakan tanah masih terjadi di beberapa titik. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, mengatakan bahwa warga di zona bahaya telah diminta mengungsi karena lereng dinilai masih labil akibat jenuh air. 

“Tanah masih bergerak di sejumlah titik, sehingga warga yang rumahnya terancam sudah dievakuasi,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip Antara. BPBD melaporkan 12 rumah tertimbun dan 16 rumah lain berada dalam status terancam.

Bupati Minta Pencarian Dipercepat

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman meninjau titik longsor pada Jumat pagi, dan meminta percepatan pencarian terhadap 21 warga yang belum ditemukan. 

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mendukung penuh kebutuhan Tim SAR serta memastikan keluarga korban mendapat penanganan darurat. “Mohon agar pencarian dipercepat. Masih ada 21 warga yang belum ditemukan,” ujarnya, dikutip dari Antara.

BMKG: Curah Hujan Sangat Tinggi Sepanjang November

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap menjelaskan bahwa hujan lebat dengan curah tinggi sudah terjadi sejak 9–12 November di wilayah barat Cilacap, termasuk Majenang, Cimanggu, dan Dayeuhluhur. 

Pos terkait