Di masa ekonomi lesu seperti sekarang, ada pelajaran yang bisa dipetik: “Lebih hemat bukan berarti kurang bahagia”.
__________
Liburan sekolah tiba, namun kondisi ekonomi Indonesia sedang tak begitu cerah. Daya beli masyarakat tertekan, harga sejumlah bahan pokok naik, sementara survei terbaru menunjukkan banyak keluarga Indonesia cenderung menahan pengeluaran non-prioritas.
Survei Indikator Politik Indonesia yang diadakan pada Mei 2025 mencatat bahwa 59,8 persen responden mengaku mengurangi anggaran rekreasi dan hiburan keluarga selama semester pertama 2025.
Sementara itu, inflasi tahunan di bulan Mei tercatat 3,52 persen—sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS)—dipicu oleh kenaikan harga pangan dan energi.
Di tengah situasi ini, banyak keluarga tetap ingin menciptakan momen liburan bermakna, terutama untuk anak-anak yang baru saja menuntaskan masa ujian. Bagaimana caranya agar liburan tetap menyenangkan meski bujet terbatas?
Berikut ini beberapa tips praktis, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Fokus pada Quality Time
Psikolog anak dan keluarga, Astri Kurniawati, menyebut bahwa anak-anak cenderung lebih mengingat momen kebersamaan daripada destinasi mewah.
“Tak perlu mahal. Yang diingat anak adalah waktu bersama ayah dan ibu,” ujar Astri, dikutip dari Kompas.com.
Untuk itu, cobalah beberapa hal, seperti: piknik sederhana di taman kota; masak bersama di rumah; atau bersepeda santai keliling kompleks
2. Manfaatkan Destinasi Lokal
Banyak pemerintah daerah kini mendorong wisata lokal murah. Data dari Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan ke destinasi dalam kota meningkat 12 persen selama libur Lebaran lalu.
Wisata model minimalis seperti ini bisa berupa mencari festival budaya, bazar lokal, atau car free day; mengunjungi museum atau taman edukasi; atau eksplorasi kampung wisata terdekat.
3. Isi Liburan dengan Kegiatan Edukatif
Banyak komunitas dan perpustakaan kini menawarkan program literasi, workshop, atau kelas keterampilan gratis/murah.
Untuk itu, selama linuran ini bisa juga mengikuti program baca di perpustakaan daerah; workshop melukis atau sains sederhana; atau eksperimen STEM di rumah. Banyak ide, kok, di YouTube edukatif)
4. Staycation Hemat
Staycation di hotel dalam kota kini kian diminati. Laporan Traveloka Insights 2025 menyebut pencarian promo staycation naik 18 persen menjelang liburan sekolah.
Agar bisa menikmati cara liburan ini, gunakan aplikasi pemesanan dengan promo khusus. Setelah itu, pilih lokasi dekat rumah untuk hemat transportasi. Dengan begitu, anak bisa merasakan “liburan rasa hotel” tanpa perjalanan jauh yang menghabiskan banyak ongkos.
5. Atur Jadwal dan Anggaran
Perencanaan yang baik penting saat ekonomi sulit. “Transparansi penting. Libatkan anak dalam merencanakan kegiatan dan anggaran,” saran Irma Pratiwi, pakar keuangan keluarga, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.
Untuk itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Mulailah dengan membuat kalender kegiatan liburan. Setelah itu, tetapkan bujet harian. Lalu, jelaskan kepada anak: liburan ini kita utamakan pengalaman, bukan belanja.
6. Ciptakan Tradisi Keluarga
Tradisi baru yang hemat ini bisa mempererat hubungan keluarga.
Contohnya: membuat jadwal malam nonton film di rumah; membuat hari masak resep keluarga; atau membuka sesi cerita nostalgia antar-generasi.
7. Wisata Virtual
Internet menawarkan banyak opsi wisata virtual gratis. Museum-museum dunia kini banyak yang punya tur daring. Ada juga layanan streaming penuh dokumenter petualangan dan budaya.
Bisa juga ikut kelas online bertema seni, sejarah, atau budaya dunia.
__________
So, liburan seru tidak selalu mahal. Dengan kreativitas dan perencanaan, masa liburan sekolah bisa tetap berkesan — meskipun di tengah tantangan ekonomi.
Seperti dikatakan Astri Kurniawati: “Anak-anak akan mengenang rasa aman, bahagia, dan kebersamaan, bukan sekadar berapa banyak uang yang dihabiskan.”
Dan di masa ekonomi lesu ini, pelajaran yang bisa dipetik: “lebih hemat bukan berarti kurang bahagia”.***





