Lahirnya Hari Santri Nasional dan ‘Janji Politik’ Jokowi

Fatwa Jihad menyuntikkan semangat para santri di Surabaya, yang kemudian menyerbu Markas Bridge 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Pertempuran berkepanjangan berlangsung pada tanggal 27, 28, dan 29 Oktober 1945, yang berakhir dengan kematian Jenderal Mallaby dan sekitar 2.000 pasukan Inggris. Kejadian ini memicu kemarahan angkatan perang Inggris, yang memuncak dalam Peristiwa 10 November 1945.

Terlepas dari adanya nuansa ‘janji politik’ dalam penetapan Hari Santri, penetapan ini perlu mendapatkan apresiasi, terutama dari kalangan umat Muslim di Indonesia. Dengan adanya ‘monumen’ peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia bisa terus mengingat perjuangan serta peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sehingga bisa diteladani oleh generasi yang akan datang. Dengan demikian, diharapkan bakal tumbuh semangat mengisi untuk kemerdekaan Indonesia yang didapatkan dan dipertahankan dengan susah payah.

Bacaan Lainnya
Silaturahmi Jokowi dengan Para Kiai Sepuh

Sementara itu, puncak peringatan Hari Santri Nasional tahun ini digelar di Surabaya, Jawa Timur, Ahad, 22 Oktober 2023. Tema tahun ini adalah “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan puncak peringatan. 

Dibuka dengan Apel Hari Santri di Kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Peserta yang hadir dalam upacara tersebut diperkirakan mencapai 15.000 orang. Peserta apel menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki. Sementara peserta perempuan menyesuaikan.Presiden Jokowi menjadi inspekturnya. 

Banyak pejabat tinggi negara yang hadir, seperti Wakil Presiden Ma’ruf Amien, para menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar negara tetangga, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI. Para tokoh masyarakat tak ketinggalan. 

Selain apel, juga diadakan Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa. Acara ini berlangsung di Lapangan Marinir Bumi Moro, Surabaya. Rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini juga diwarnai oleh momen silaturahmi antara kiai sepuh bersama Presiden Jokowi. Acara ini berlangsung di Kantor PCNU Kota Surabaya.

Pos terkait