Krisis Makin Parah, Jutaan Warga Inggris Tak Bisa Makan

Aksi protes biaya hidup yang tinggi di Inggris pada April 2022/Net.

Indeks harga eceran melonjak menjadi 12,6 persen pada September, naik dibandingkan Agustus yang sebesar 12,3 persen. Frances O’Grady, Sekretaris Jenderal Kelompok Payung Kongres Serikat Buruh (TUC) pekan ini menuntut agar Perdana Menteri (PM) Liz Truss mundur dari jabatannya.

“Saya punya pesan untuk Liz Truss. Orang-orang yang bekerja bangga dengan pekerjaan yang dilakukan. Kami bekerja keras. Kami bekerja paling lama di Eropa,” katanya pada pertemuan tahunan TUC di sebuah resor tepi laut Inggris di Brighton. “Namun, berkat 12 tahun partai Anda di pemerintahan, jutaan orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan.”

Krisis Inggris timbul karena orang-orang terindikasi kesulitan menghangatkan badan di musim gugur dan dingin, akibat pasokan bahan bakar yang kian sulit sebagai dampak perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai. Memang, Indonesia tidak perlu penghangat karena tidak ada musim dingin di sini. Akan tetapi, bukankah biasanya krisis yang terjadi di Benua Biru merembet ke negara-negara di Asia, termasuk Indonesia? Siapkah kita? (ti/ap)

Bacaan Lainnya

Pos terkait