Salah Kirim Email, Mendagri Inggris Mundur

Suella Braverman (Telegraph India)

London | Samudra Fakta—Soal kesadaran terhadap kedudukan dan tanggung jawab, pejabat-pejabat Indonesia mungkin bisa belajar pada Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman. Dia mundur dari jabatannya usai sebuah insiden sepele: salah kirim email. Ceritanya, Braverman mengirimkan email urusan negara menggunakan email pribadi. Dengan kata lain, dia “salah kamar”. Namun demikian, bagi Braverman, hal yang mungkin bagi kebanyakan orang sepele itu adalah “pelanggaran teknis” yang cukup fatal.

Braverman hanya menjabat selama 43 hari sebagai Mendagri Inggris. Sebagaimana dilansir Channel NewsAsia, Kamis (20/10), mundurnya Braverman pada Rabu (19/10) waktu setempat terjadi di saat Perdana Menteri (PM) Liz Truss didesak mundur gegara kondisi politik Inggris yang semakin tak menentu akibat krisis terkait pemotongan pajak pemerintah.

Braverman mundur setelah menggunakan email pribadinya untuk mengirim dokumen resmi kenegaraan kepada rekannya. “Saya telah melakukan kesalahan. Saya bertanggung jawab. Saya mundur,” tulis Suella Braverman dalam surat pengunduran dirinya.

Bacaan Lainnya

Braverman mundur ketika situasi pemerintahan sayap kanan Inggris, yang dipimpin Liz Truss, sedang tidak stabil. Publik dan parlemen menilai Truss melakukan banyak kekeliruan, mengakibatkan lahirnya kebijakan-kebijakan ceroboh yang berdampak pada situasi negara. Namun demikian, Truss berkukuh tak mau introspeksi, alih-alih mengundurkan diri sebagaimana pendahulunya, Boris Johnson.

Sebelum mundur, Braverman mengkritik Truss. Dia menilai PM Inggris itu telah melanggar janji politiknya. “Berpura-pura bahwa kita tidak membuat kesalahan, melanjutkan pekerjaan seolah-olah tidak ada orang yang melihat kita melakukan kesalahan, dan berharap semuanya bakal baik-baik saja secara ajaib, itu bukanlah politik yang serius,” tulis Braverman, politikus perempuan keturunan India itu.

Kata perpisahan yang cantik dan bijak dari Braverman. Mungkin setelah ini dia bisa didatangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan pelatihan khusus pada pejabat-pejabat Tanah Air tentang bagaimana cara untuk bertanggung jawab dan menjaga kehormatan diri sendiri.(ti/tp)

Pos terkait