Korban Tewas di Lebanon Tembus 1.000 Orang Akibat Serangan Israel

Korban sipil terus berjatuhan akibat serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret 2026. - Anadolu
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan 1.001 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret, termasuk 118 anak-anak dan 79 perempuan.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah melampaui 1.000 orang. Dalam pernyataan, Kamis (19/3/2026), tercatat 1.001 warga meninggal dan 2.584 lainnya terluka.

Korban jiwa mencakup 118 anak-anak dan 79 perempuan. Sementara dari jumlah korban luka, 365 di antaranya adalah anak-anak dan 414 perempuan. Dalam 24 jam terakhir saja, serangan Israel menewaskan 33 orang dan melukai 152 lainnya.

Eskalasi di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Militer Israel meningkatkan serangan udara di seluruh Lebanon sejak awal Maret. Hal ini terjadi di tengah baku tembak lintas batas dengan Hizbullah, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan Channel 12 Israel, Tel Aviv berencana menduduki garis pertama desa-desa di Lebanon selatan untuk mencegah serangan dari wilayah tersebut. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lama.

Kaitannya dengan Serangan ke Iran

Peningkatan kekerasan di Lebanon ini mengikuti serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Teheran menyatakan serangan itu menyasar “aset militer AS” di kawasan.***

Pos terkait