Koalisi Pemerintahan Pecah Gara-gara Dinasti Politik, Wapres Ancam Bunuh Presiden 

Presiden Fililpina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr (kiri) dan Wapres Sara Duterte (Kanan). Keduanya pecah kongsi hingga melibatkan narasi ancaman saling bunuh. (Instagram)

Pada Juni lalu Sara Duterte mengundurkan diri dari kabinet. Sara disebut-sebut mengundurkan diri karena dia memilik ambisi untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Filipina pada pemilu 2028 mendatang. 

Keputusan Sara tersebut menandakan runtuhnya aliansi politik yang sebelumnya membantu pasangan tersebut memenangkan pemilu pada 2022. 

Pengunduran diri Sara kemudian diikuti oleh pemotongan anggaran besar-besaran untuk kantor wakil presiden, yang dilakukan oleh Ketua DPR Romualdez. 

Bacaan Lainnya

Romualdez adalah sepupu Bongbong Marcos.

Dinasti Politik

Ketegangan antara Presiden dan Wapres Filipina ini menunjukkan persaingan kekuasaan yang semakin meningkat antara dua dinasti politik. Kedua pihak berusaha memperkuat posisi mereka menjelang pemilihan mendatang.

Berbagai laporan dari media setempat juga menyebut jika konflik ini juga dipengaruhi oleh dinamika keluarga di balik politik Filipina. 

Anggota keluarga Duterte lainnya, termasuk Sebastian Duterte, telah mengkritik Marcos secara terbuka. Kritik yang menambah ketegangan dalam hubungan antara kedua keluarga.

Konflik ini mencerminkan ketidakstabilan dalam politik Filipina, sekaligus menunjukkan bagaimana ambisi pribadi serta perbedaan ideologi dapat memicu ketegangan antara pemimpin yang sebelumnya bersekutu.***

Pos terkait