Klarifikasi SMRC soal Tudingan Makar Saiful Mujani, BRIN Ingatkan Aturan Konstitusi

Saiful Mujani, pendiri Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). - saifulmujani.com
SMRC bantah Saiful Mujani serukan makar terhadap Presiden Prabowo. Merespons polemik ini, BRIN ingatkan ketatnya syarat pemakzulan.

​Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) akhirnya angkat bicara merespons tudingan makar yang menyasar sang pendiri, Saiful Mujani.

Tudingan serius ini mencuat setelah potongan video ceramah Saiful yang menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto viral dan memantik kegaduhan di media sosial.

​Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, langsung pasang badan membela atasannya. Ia menegaskan bahwa video yang beredar hanyalah potongan singkat yang sengaja oknum tidak bertanggung jawab sebarkan untuk menggiring opini publik.

Bacaan Lainnya
​Bantah Keras Narasi Makar

​Saidiman meminta masyarakat untuk melihat konteks pernyataan Saiful secara utuh agar tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan.

​“Sebaiknya tonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani. Itu sebenarnya sekadar pidato politik biasa dari seorang akademisi yang sedang mengkritisi jalannya pemerintahan,” tegas Saidiman.

​Ia menepis keras anggapan bahwa Saiful mengajak masyarakat melakukan makar. Menurut Saidiman, mengkritik penguasa merupakan hal yang lumrah dan sah dalam iklim negara demokrasi.

​“Tidak ada ajakan makar. Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerintah yang terbukti melanggar konstitusi juga bisa masyarakat lakukan dalam sistem demokratis,” tambahnya.

​Akar Kegaduhan: Ceramah yang Dinilai Offside

​Polemik ini bermula ketika akun media sosial @leveenia mengunggah rekaman ceramah Saiful. Banyak pihak menilai pernyataan akademisi bergelar profesor tersebut sudah melampaui batas dan cenderung provokatif.

​Dalam rekaman visual itu, Saiful secara blak-blakan menyebut prosedur pemakzulan (impeachment) formal tidak akan mempan terhadap Prabowo. Ia justru menawarkan alternatif pergerakan.

​“Alternatif saya bukan pada prosedur formal impeachment, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini: bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo? Hanya itu,” ucap Saiful.

Pos terkait