Kisah Sri Widi Istina, Penganut Katholik yang Wisuda di Kampus Nahdlatul Ulama: Sempat Kaget, tapi Akhirnya Nyaman Belajar Agama Islam dan Aswaja

Sri Widi Istina berhasil menuntaskan belajar di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Foto:Unusa

Aswaja menekankan pentingnya menjaga kesatuan umat Islam, serta menerima perbedaan dalam hal-hal yang tidak berkaitan dengan akidah. Di lembaga pendidikan Unusa, Aswaja menjadi mata kuliah yang wajib ditempuh tiap mahasiswa.

Sri Widi pada awalnya tidak merasa percaya diri dalam mendampingi anak-anak di day care atau membantu kegiatan sekolah minggu di gereja. Banyak orang memandang dirinya hanya lulusan sekolah menengah, meski diakui penguasaan dalam praktik mendampingi anak-anak sudah lama dan cukup berpengalaman.

“Kini setelah saya menyandang gelar sarjana pendidikan bidang studi PAUD, kepercayaan diri meningkat. Saya kombinasikan antara pengalaman dan praktik di lapangan selama ini dengan teori-teori yang diperoleh saat kuliah,” katanya.

Bacaan Lainnya

Hasil belajar selama kuliah mengubah pola pikir Sri Widi. Dia semakin percaya diri dalam mendampingi dan mengasuh anak-anak di day care.

“Saya ingin mengajak dan menularkan apa yang saya peroleh kepada yang lain. Dalam usia yang sudah tidak muda lagi, saya hanya punya keinginan untuk berbuat baik lebih banyak kepada anak-anak,” katanya.◼︎

Pos terkait