Kisah Inspiratif Kenny Simorangkir: Berkali-kali Gagal Beasiswa, Akhirnya Berhasil Kuliah di Polandia

Kisah Inspiratif Kenny Simorangkir
Kenny Simorangkir. - Dok. pribadi

Alih-alih menganggap hal tersebut sebagai hambatan, Kenny belajar melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. “Saya belajar untuk tidak mengartikan sikap netral sebagai sesuatu yang dingin atau tidak ramah. Itu hanyalah bentuk ekspresi sosial yang berbeda.”

Kesadaran tersebut menjadi salah satu pelajaran paling penting selama program pertukaran berlangsung. Melalui interaksi dengan mahasiswa Polandia dan sesama peserta Erasmus, ia menyadari bahwa cara berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah sangat dipengaruhi oleh budaya.

Ada yang lebih menyukai komunikasi yang langsung dan efisien. Ada pula yang lebih nyaman dengan diskusi panjang dan proses membangun konsensus.

Bacaan Lainnya

“Pengalaman ini membuat saya sadar bahwa apa yang selama ini kita anggap ‘normal’ sebenarnya sering kali merupakan konstruksi budaya, bukan sesuatu yang universal,” ungkapnya.

Selain menjelajahi Polandia, Kenny juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi berbagai negara di Eropa. Selama satu semester tersebut, ia berhasil mengunjungi enam negara.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan membawanya ke Aarhus, Denmark, tempat ia menjadi relawan dalam sebuah konferensi musik. Di sana, ia memperoleh gambaran langsung mengenai berbagai aktivitas di balik layar industri musik, bidang yang sangat dekat dengan cita-cita kariernya.

“Yang paling berkesan bagi saya adalah betapa kolaboratif dan terbukanya lingkungan tersebut, meskipun semua orang berasal dari negara dan latar belakang profesional yang berbeda,” ujarnya.

Seperti pengalaman bermakna lainnya, semester tersebut tentu tidak sepenuhnya bebas dari tantangan.

Kenny harus beradaptasi dengan ekspektasi akademik yang berbeda, norma sosial yang baru, serta berbagai situasi yang penuh ketidakpastian. Membangun hubungan yang lebih dekat dalam lingkungan yang awalnya terasa lebih tertutup membutuhkan kesabaran dan inisiatif.

“Solusinya sederhana yakni tetap penasaran dan terus belajar. Jika ada sesuatu yang tidak jelas, saya akan langsung bertanya, mengonfirmasi, atau mencoba sendiri daripada hanya ragu-ragu,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan