Kiai Sepuh PBNU Serukan Muktamar Bermartabat Tanpa Transaksi AHWA

Para Kiai Sepuh di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. (IG @nuonlinenews) 

​Kiai Muhibbul memaparkan bahwa muktamar adalah permusyawaratan ulama yang tidak boleh dicederai oleh tekanan atau manipulasi. Kedaulatan utusan daerah wajib dihormati penuh dari segala bentuk pengondisian yang mereduksi hak bersuara.

​Forum kiai sepuh juga sangat menyayangkan munculnya penggalangan dukungan calon AHWA sejak dini. Langkah semacam itu dikhawatirkan menggeser muruah musyawarah ulama menjadi sekadar ajang mobilisasi politik perebutan kursi.

​Sebelumnya, guna meredam praktik tersebut, para kiai mengusulkan agar penyampaian usulan nama calon AHWA dipusatkan menjelang proses tabulasi pada Sidang Pleno Muktamar. Usulan ini bertujuan mempersempit ruang transaksi sebelum acara bergulir.

Bacaan Lainnya

​”Muktamar yang bermartabat bukanlah Muktamar yang memastikan kemenangan seseorang, melainkan Muktamar yang memastikan kehormatan semua pihak dan kemenangan Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Muhibbul.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan