Ketua PCINU AS-K: NU Harus Lebih Progresif dan Mandiri

Selain itu, kata Gus Izuul, NU juga perlu melakukan langkah-langkah nyata untuk memberantas kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup ekonomi serta kesejahteraan sosial masyarakat. “Tingkat kemiskinan di Indonesia ini hampir 10% dari total penduduk. Ini data BPS 2022 silam. Lagi-lagi, ini tantangan riil abad kedua NU dalam rangka merawat jagat dan membangun peradaban,” katanya.

‘’Jagat tidak akan terawat dan peradaban tidak akan dibangun jika korupsi masih merajalela, kemiskinan masih di depan mata, peperangan ada di mana-mana, kerusakan lingkungan terus bertambah, kelompok rentan terus meningkat, intoleransi radikalisme masih berkembang, dan lain sebagainya. Inilah PR bagi NU untuk terus mengawal Indonesia dan dunia” tegas Gus Izzul.

“Berbicara tentang NU tentu itu tidak saja PBNU, tetapi segenap entitas jam’iyyah, jamaah sekaligus jamiah NU. Mencakup PWNU, PCNU, pesantren, komunitas nahdliyin berbasis profesional-fungsional, diaspora nahdliyin internasional yang tergabung di PCINU, hingga kampus misalnya UNU,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
Satu SPBU di sekitar Gelora Delta Sidoarjo “diduduki” peserta perayaan Satu Abad NU, Senin, 6 Februari 2023, sekitar pukul 20.00 WIB. Animo warga Nahdliyin untuk acara Satu Abad NU ini sangat tinggi. (SF/Wijdan)

“Kalau kita pernah menonton film Spiderman, ada ungkapan menarik dari Paman Ben kepada Peter Parker: ‘With great power comes great responsibility’. Bersama kekuasaan yang besar, datang pula tanggung jawab yang besar. Nah, ini pesan yang sama berlaku pula untuk NU; yang saat ini yang sering dianggap sebagai bagian dari kekuasaan rezim sekarang, di mana Rais Am PBNU sebelumnya, KH. Ma’ruf Amin, menjadi Wapres mendampingi Presiden Joko Widodo sejak 2019,” tambahnya.

Gus Izzul kembali menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, merawat dan memperbaiki Indonesia. “Saya optimistis NU akan selalu memainkan peran konstruksi bagi negeri ini dan senantiasa menemukan caranya untuk berkontribusi bagi perbaikan Indonesia dan dunia,” katanya. “NU ini penuh berkah, didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari setelah riyadhoh dan setelah mendapatkan petunjuk dari langit, dan senantiasa dikawal dengan mujahadah serta dijaga oleh keikhlasan doa-doa para auliya’, ulama, habaib, dan jutaan nahdliyin sedunia,” papar Gus Izzul.

Pos terkait