Menurut dohanews.co, PSG dilaporkan bakal dikenai sanksi oleh UEFA karena para penggemar mengibarkan bendera Palestina selama pertandingan antara PSG dan klub Israel Maccabi Haifa FC pada Rabu 26 Oktober 2022.
Sebagai informasi, pada 2022 itu, tiga pemain PSG, Idrissa Gana Gueye, Presnel Kimpembe, dan Abdou Diallo, pernah mengunjungi tempat suci umat Islam Masjidil Aqsa, sebelum meninggalkan Israel selepas mereka mengalahkan Nantes 4-0 dalam pertandingan Piala Super Prancis di Stadion Bloomfield, Tel Aviv, pada Ahad, 31 Juli 2022.
Selebrasi fans PSG, baik di stadion maupun di luar, yang kompak menyuarakan stop genosida Israel terhadap warga Palestina, tidak lepas dari pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi, yang tak lain adalah warga Qatar.
Negara kaya minyak itu dikenal konsisten menyuarakan pembelaan bagi Palestina. Pemihakan Nasser atas Palestina sehati dengan fans PSG.
Dukungan dari Komisaris Olahraga Uni Eropa
Sementara itu, ketika ditanya bagaimana dunia olahraga harus menanggapi krisis di Gaza, Komisaris Olahraga UE Glenn Micallef menegaskan bahwa “tidak boleh ada ruang” dalam acara-acara untuk negara-negara yang tidak memiliki “nilai-nilai yang sama.”
Glenn mengutuk situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza dan mengatakan dunia olahraga perlu angkat bicara.
“Jika menyangkut olahraga, saya pikir seharusnya tidak ada ruang dalam acara olahraga bagi mereka yang tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan kami,” katanya kepada Politico, tanpa menyebut nama Israel secara langsung.
Penyataan tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan apakah negara tersebut harus menghadapi sanksi olahraga terkait perang Gaza.
“Olahraga adalah alat yang kami gunakan untuk mempromosikan perdamaian, yang melaluinya kami mempromosikan hak asasi manusia.”***





