Kurban tergolong ibadah wajib bagi yang mampu. Artinya, secara harfiah, menampakkannya ke publik memiliki pijakan syariat yang sah.
Syiar yang Jujur, Bukan Sekadar Sorotan
Imam al-Samarqandi, dalam Baḥr al-‘Ulūm, memperluas pembacaan itu. Ia memetakan pandangan para fukaha ke dalam dua poros: mereka yang menganjurkan kesunyian demi membentengi niat dari riya’, dan mereka yang justru mendorong penampakan sedekah wajib karena ia mengandung unsur syiar yang mampu memantik semangat berbagi di kalangan umat.
Syiar. Kata itu penting — sekaligus mudah disalahgunakan.
Syiar yang tulus adalah yang menggerakkan orang lain untuk berbuat baik, bukan yang sekadar menggerakkan jari orang lain untuk menekan tombol hati. Imam Al-Maraghi, dalam tafsirnya, tidak ragu menegaskan bahwa menyembunyikan sedekah secara umum tetap lebih utama. Sebagai landasannya, ia menyitir hadis riwayat Imam al-Tabrani: “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara diam-diam akan memadamkan murka Tuhan.”
Api yang padam tanpa penonton. Itulah gambarannya.
Apa yang Tersisa Setelah Klik ‘Bagikan’
Ibadah kurban menyimpan kedalaman yang tidak cukup muat dalam satu unggahan. Secara personal, ia menjanjikan pembersihan spiritual — penggalan ayat “wa yakfuru ‘ankum min sayyi’atikum” (dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu) menggantung sebagai janji yang agung, tetapi bersyarat pada keikhlasan yang terjaga. Secara sosial, ia adalah pilar filantropi yang nyata: daging yang tersalurkan tepat sasaran bisa mengubah kualitas gizi keluarga-keluarga yang selama ini hanya bisa menonton dari pinggir.
Kedua dimensi itu sama-sama besar. Dan keduanya tidak bergantung pada berapa ribu tayangan yang diraih unggahan seseorang.
Imam Baidhawi membaca penutup ayat 271 — pernyataan bahwa Allah Mahateliti terhadap apa yang dikerjakan hamba-Nya — sebagai undangan untuk memilih cara yang lebih aman: targhib fi al-israr, dorongan untuk lebih memilih ketersembunyian. Imam al-Samarqandi menambahkan bahwa Allah merekam segalanya: yang diunggah secara terang-terangan, maupun yang tersimpan rapat di dalam hati.





