Jika pengawalan distribusi dan riset benih jagung oleh ITS ini berhasil mempertahankan rata-rata produksi 10 ton per hectare, Kementan berjanji akan melipatgandakan nilai pembelian hingga 10 kali lipat atau setara Rp 100 miliar untuk 10 tahun mendatang. “Kalau itu terjadi, artinya dapat meningkatkan produksi jagung nasional tanpa menambah lahan, dan ini yang kita butuhkan,” tegas Amran optimistis.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan nyata dan kepercayaan yang diberikan oleh Kementan terhadap inovasi-inovasi ITS. “Kami akan komit untuk selalu bersinergi menyukseskan program swasembada pangan,” tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS ini.
Bambang menjelaskan bahwa produk-produk yang dibeli Kementan ini sedang melalui tahap uji coba lapangan. Apabila seluruh produk inovasi alsintan tersebut terbukti berfungsi dengan optimal, ITS siap melangkah ke tahap produksi massal dengan menggandeng mitra industri. “Sebab kampus tidak mungkin bekerja sendiri membangun industri, jadi kita harus bergandengan dengan industri selaku pengembang dari peralatan manufaktur yang ada,” imbuh orang nomor satu di ITS tersebut. ***





