Kekayaan Budaya Indonesia adalah Investasi yang Perlu Dikembangkan

Budaya Indonesia merupakan investasi yang perlu dijaga dan dikembangkan. FOTO: Ilustrasi Canva

“Pancasila kita akui sebagai ideologi negara, saya setuju maka kita wujudkan dan laksanakan Pancasila untuk kepentingan rakyat dan mengatasi kemiskinan,” kata Parni.

Di bagian lain, cendekiawan sekaligus pengelola Yayasan Dompet Dhuafa, Yudi Latif, menilai, semestinya transformasi ekonomi dan transformasi politik dimulai dengan transformasi budaya. Ia mencontohkan revolusi industri di dunia Barat yang didahului oleh oleh sebuah gerakan pencerahan budaya bernama Aufklarung dan Renaissans. Sementara kemajuan Jepang dimulai dari Restorasi Meiji.

Yudi menilai budaya Indonesia memiliki kekuatan jika menjadi dasar transformasi politik dan ekonomi. Pasalnya, menurut Yudi, cerlang budaya lokal Indonesia ini unik.

Bacaan Lainnya

Keunikan cerlang budaya Indonesia ini, menurut Yudi Latif, membuat pemikir dan sastrawan India termasyhur, Rabindranath Tagore, terpesona ketika dia mengunjungi Pulau Jawa dan Bali pada tahun 1927.

Tagore ketika mengaku menemukan “bayangan India yang tenteram” dalam pangkuan Nusantara di Jawa dan Bali. Saat memandang Candi Borobudur secara keseluruhan, ia merasa seperti melihat India. Begitu memasuki teras candi paling bawah, ia terpukau dengan relief-relief Jataka karena keindahan dan jiwa spiritualitas yang terpancar darinya.

Bahkan, ketika menyaksikan pertunjukan sendratari Ramayana dan Mahabharata, Tagore—sebagaimana disampaikan Yudi Latif—menyatakan, “Orang Jawa lebih pandai mewujudkan cerita Hindu sebagai tonil daripada orang Hindu sendiri.”

Maka dari itu, Tagore pun menyimpulkan bahwa, “Aku melihat India di mana-mana di Pulau Jawa, tetapi tak tahu di mana sisi India yang sesungguhnya.”

Kekayaan dan keunikan budaya ini, sebagaimana diungkap para pembicara, semestinya menjadi investasi yang bisa dikembangkan di Indonesia.▪︎

Pos terkait