Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 86 Penumpang Dievakuasi

Titik terkahir KM Virgo Transport 8 terdeteksi sebelum hilang kontak di Laut Jawa.(Tangkapan Layar Marine Traffic)

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Sebanyak 86 penumpang telah dievakuasi oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyatakan tim SAR gabungan tengah mengevakuasi penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Kapal pembawa 243 orang tersebut sebelumnya bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin.

“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” kata Sudayana dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu. Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA usai menghadapi cuaca buruk.

Ihwal proses evakuasi, operasi darurat dibantu oleh sejumlah kapal niaga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Hingga Minggu siang, total 86 orang telah berhasil dievakuasi dari perairan. Rinciannya, kapal TB TCP mengevakuasi 38 orang, TB Majuhan IX menyelamatkan 16 orang, dan MV Handa mengangkut 32 orang.

Bacaan Lainnya

Dari total 86 penumpang yang dievakuasi tersebut, sebanyak 15 orang dipastikan selamat dan satu korban meninggal dunia. Sementara itu, 70 orang lainnya masih dalam proses verifikasi status dan pendataan identitas oleh tim pencari di lapangan.

Pengerahan Armada Udara dan Laut

Sebelumnya, Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan hilang kontak dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi, pada pukul 04.10 WITA. Merespons laporan itu, Kapal Negara (KN) SAR Laksamana yang membawa 24 personel diberangkatkan menuju lokasi perkiraan pada pukul 05.30 WITA.

Selain itu, operasi diperkuat dengan pengerahan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HZ-3601 milik Wing Udara 2 Skadron 400 Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda. Helikopter tersebut lepas landas dari Surabaya pukul 09.22 WITA guna mendeteksi puing kapal atau korban di permukaan laut.

Operasi gabungan ini turut berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin, hingga Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kalimantan Selatan. Petugas menyisir koordinat berdasarkan data komunikasi terakhir kapal.

Mengingat proses evakuasi dan pencarian masih terus berjalan, Sudayana meminta masyarakat serta kerabat penumpang untuk menanti informasi yang telah divalidasi oleh otoritas berwenang.

“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas, Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan,” ujar Sudayana. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan