Jaringan Gusdurian di Antara Manuver Yenny, Prabowo, dan Prinsip Non-Politik

Alissa Wahid Nyatakan Gusdurian Tetap Nonpolitik

Ketika Yenny Wahid—yang dianggap sebagai salah satu representasi Gusdurian—melakukan berbagai manuver politik, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, yang merupakan kakak Yenny, meminta agar Gusdurian tidak membawa nama organisasi dalam mendukung tokoh di Pemilu atau Pilpres 2024.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, Alissa mempersilakan Gusdurian memilih atas nama pribadi. Dia menegaskan komitmen Jaringan Gusdurian untuk tidak terlibat politik praktis.

Silakan mendukung dan memilih atas pertimbangan pribadi. Jangan bawa nama organisasi Gusdurian ya. Jaringan Gusdurian tetap komit untuk tidak terlibat politik praktis. Perjuangan kita jangka panjang, bukan untuk urusan 5 tahunan,” kata Alissa dalam akun X @AlissaWahid. Dia mengizinkan cuitannya pada Minggu, 3 September 2023 malam itu dikutip.

Psikolog jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengingatkan, kredibiltas Jaringan Gusdurian akan berkurang jika ada bagian dari komunitas ini yanhg membawa nama organisasi untuk urusan dukung-mendukung politik praktis. Alissa mengajak Gusdurian menjaga nama baik yang sudah dibangun belasan tahun.

“Satu saja komunitas Gusdurian lokal membawa nama JGD untuk dukung-mendukung politik praktis, seluruh jaringan kita akan berkurang kredibilitasnya. Mari kita jaga baik-baik konsistensi menjaga kesepakatan kita selama 13 tahun ini. Ruang kerja kita bersama rakyat, bukan dengan politisi,” katanya.

Pernyataan Alissa itu untuk merespons perilaku politikus yang kerap menyebut nama Gusdurian menjelang Pemilu. Namun, imbuh Alissa, nama Gusdurian dan rakyat selalu absen disebut ketika para politikus yang mengklaim dukungan itu terpilih dan bagi-bagi kekuasaan.

“Perilaku politisi yang tak pernah menyebut nama Gusdurian ketika mereka sedang menikmati fasilitas negara atas nama rakyat dan ketika sedang bagi-bagi kekuasaan. Tetapi, nama Gusdurian disebut bersama dengan rakyat ketika diperlukan suaranya dalam coblosan massal bangsa ini,” kata Alissa, dalam keterangannya di laman resmi NU, Jumat, 18 Agustus 2023.

Jadi, Gusdurian mau ke mana?

(Wijdan | Diolah dari berbagai sumber)

Pos terkait