Sayangnya, sisa waktu yang sempit dan kartu merah untuk pemain Arab Saudi, Mohammed Kanno, di masa injury time tak cukup untuk menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.
Seusai laga, Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, tak menampik adanya kendala dalam persiapan timnya. Waktu berkumpul yang singkat karena banyak pemain merumput di luar negeri menjadi kesulitan utama.
“Saya bukan seorang pelatih yang mencari-cari alasan. Pemain terakhir datang kemarin dan itu tidak baik untuk laga penting seperti ini. Tapi itu fakta,” ujar Kluivert dalam konferensi pers.
Meski begitu, ia menegaskan tidak ingin berlindung di balik alasan tersebut dan tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya. “Saya bangga dengan para pemain dan usaha yang mereka lakukan. Mereka memberikan segalanya di lapangan,” kata pelatih asal Belanda dikutip dari akun X @Sport Kompas.
Di sisi lain, kemenangan ini terasa spesial bagi arsitek Arab Saudi, Herve Renard. Ia menyebut laga ini sebagai ajang pembalasan dendam atas kekalahan dari Indonesia pada pertemuan sebelumnya.
“Kami tidak melupakan fakta bahwa kami membalas dendam,” kata Renard.
Pernyataan Renard merujuk pada kekalahan menyakitkan 0-2 yang diderita timnya dari Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada November 2024 lalu. Kala itu, Garuda masih dinakhodai oleh Shin Tae-yong. Misi balas dendam itu pun kini tuntas ditunaikan oleh Elang Hijau.
Dengan hasil ini, tim asuhan Patrick Kluivert wajib memetik kemenangan saat berhadapan dengan Iraq pada Ahad dini hari (WIB) mendatang, jika ingin menjaga mimpi ke Piala Dunia tetap hidup.***





