ITS Borong Dua Gelar Juara di KMHE 2025 Lewat Mobil Listrik dan Etanol

Tim Nogogeni ITS beraksi. - Dok. ITS
Tim Nogogeni ITS sapu bersih kategori Urban Listrik dan Urban Etanol dengan inovasi kendaraan hemat energi di ajang nasional.

Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Mereka sukses meraih Juara 1 kategori Urban Listrik dan Urban Etanol pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di Universitas Jember.

General Manager Tim Nogogeni ITS, Saputra Ardyan Syah, menjelaskan bahwa timnya membawa dua mobil andalan: Nogogeni X Evo (Nela) untuk kategori Urban Listrik, dan Nogogeni VIII (Bela) untuk kategori Urban Etanol. “Kompetisi ini sudah rutin kami ikuti setiap tahun,” ujar Saputra, Kamis (30/10/2025).

Inovasi di Setiap Rangka dan Mesin

Tahun ini, tim Nogogeni melakukan banyak pembaruan di sisi sistem dan performa kendaraan.

Bacaan Lainnya

Untuk mobil etanol Nogogeni VIII, mereka mengganti mesin dari Mio 125 cc menjadi Mio 108 cc yang lebih efisien. Sementara mobil listrik Nogogeni X Evo kini dibekali motor BLDC 800 watt, menggantikan motor 1.000 watt di versi sebelumnya.

“Optimasi ini membuat sistem penggerak jadi lebih efisien tanpa mengorbankan performa,” jelas Saputra.

Kerangka kedua mobil juga diperbarui. Jika dulu menggunakan aluminium hollow 6016, kini mereka beralih ke ladder frame aluminium 6061. Hasilnya, rangka jadi lebih kuat dan stabil saat berbelok serta mampu menahan puntiran saat melaju di lintasan.

Selain itu, tim berhasil mengurangi massa kendaraan hingga 15 persen, membuat mobil lebih ringan dan efisien. Nogogeni VIII kini berbobot 90 kilogram, sedangkan Nogogeni X Evo hanya 78 kilogram.

“Efisiensi massa ini membuat mobil lebih responsif dan maksimal saat lomba,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS itu.

Tiga Tahap Menuju Gelar Juara

Kompetisi KMHE 2025 terdiri atas tiga tahap: seleksi laporan desain kendaraan, pengiriman video virtual technical inspection, dan final berupa uji coba di lintasan hingga lima kali. Pemenang ditentukan berdasarkan tingkat efisiensi bahan bakar tertinggi.

Saputra menegaskan, kemenangan ini bukan akhir. “Semoga ke depan Nogogeni ITS bisa terus jadi yang terbaik dan mempertahankan posisi juara di ajang berikutnya,” ujarnya menutup.***

Pos terkait