Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah situs nuklir dan militer Iran pada Jumat dini hari ini, 13 Juni 2025.
__________
Mengutip AP News, serangan yang diberi nama Operation Rising Lion itu menyasar fasilitas nuklir seperti Natanz, Khondab, dan Khorramabad, serta beberapa pabrik rudal balistik.
Menurut laporan beberapa media Iran, sebagaimana dilansir AP, Komandan Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dilaporkan tewas—bersama beberapa ilmuwan nuklir, seperti Fereydoun Abbasi-Davani dan Mohammad Mehdi Tehranchi.
Tentara Pertahanan Israel (Israel Defense Force/IDF) menyebut serangan ini bersifat presisi, berdasarkan intelijen kualitas tinggi, dan menargetkan infrastruktur nuklir serta komando militer.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim serangan ini bertujuan mencegah “ambisi nuklir Iran”, yang dinilaimya akan menghasilkan senjata nuklir dalam “beberapa bulan hingga satu tahun”.
Pemerintah Iran mengancam akan memberikan “balasan yang tegas”. Berbagai maskapai juga dilaporkan menunda atau membatalkan penerbangan dari Teheran.
Amerika Serikat (AS) mengklaim tidak terlibat dalam serangan itu. Namun, Gedung Putih menyatakan Israel telah memberi tahu rencana serangan ini sebelumnya. Mereka juga menegaskan akan melindungi personel AS di kawasan konflik.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan agar Iran tidak menyerang kepentingan AS, dan menegaskan dukungan terhadap Israel serta penolakan eskalasi regional. Sedangkan Beberapa negara, seperti Australia, New Zealand, dan beberapa anggota parlemen AS mengecam potensi konflik yang lebih luas.
Dampak Ekonomi dan Kemanan
Pasca-serangan itu, harga minyak Brent dan WTI naik tajam, sekitar 6–8 persen dalam satu hari. Kenaikan terjadi seiring kekhawatiran gangguan jalur energi di Selat Hormuz.
Sementara, dikutip dari Market Watch, Bursa saham AS melemah signifikan. Dow turun – 600 poin, S&P dan Nasdaq futures turun 1,5 persen. Emas pun mencatat rekor tertinggi, sedangkan Bitcoin jatuh sekitar 3 persen.***





