Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa Israel akan “menghadapi pembalasan yang menyakitkan” usai melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, dini hari.
__________
“Rezim Zionis telah melakukan kejahatan keji di Iran. Mereka harus bersiap menerima hukuman berat. Dengan izin Tuhan, tangan kuat IRGC tidak akan membiarkan mereka lolos!”
… tegas Khamenei, dikutip Mehr News, Jumat.
Khamenei juga mengatakan bahwa serangan tersebut menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran, namun dia tak merinci nama-nama korban.
Israel meluncurkan operasi bertajuk Operation Rising Lion, menggempur beberapa target strategis, termasuk fasilitas nuklir utama di Natanz.
Dalam video yang beredar di media sosial, asap hitam pekat tampak mengepul dari kawasan Natanz. Fasilitas ini memang dikenal sebagai jantung program pengayaan uranium Iran.
Serangan juga menyasar sejumlah pangkalan militer, pabrik rudal balistik, dan rumah-rumah pejabat penting.
Komandan Garda Revolusi Iran atau IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Mohammad Bagheri, serta dua ilmuwan nuklir senior dilaporkan tewas.
Serangan ini merupakan balasan atas gempuran drone dan rudal Iran yang sebelumnya menghantam bandara utama Israel Mei lalu. Saat itu, serangan Iran bahkan menyebabkan kawah besar di landasan pacu bandara. Keduanya memang terlibat dalam serangkaian aksi saling serang sepanjang tahun 2024 hingga kini.
Dunia Cemas, Harga Minyak Melonjak
Dampak serangan ini terasa hingga ke pasar global. Harga minyak melonjak tajam hingga 12-15 persen, sementara bursa saham dunia terguncang. Dow Jones dan Nasdaq sempat anjlok lebih dari 1,5 persen.
Israel sendiri menyatakan serangan ini bertujuan mencegah “ancaman nuklir yang kian dekat.” Sedangkan Iran kini dalam status siaga penuh dan telah menutup sebagian ruang udaranya.
Khamenei memastikan jika pembalasan Iran hanya tinggal menunggu waktu. Beberapa analis internasional memperkirakan balasan dapat berupa peluncuran rudal atau serangan drone ke wilayah Israel atau pangkalan sekutu Barat di kawasan.





