Israel Bakal Percepat Serangan ke Iran Sebelum AS Tarik Diri dari Operasi Militer

Asap pekat mengerubungi Teheran pasca serangan AS-Israel beberapa waktu lalu. - Tangkapan Layar Video Istimewa
Israel berencana meningkatkan serangan ke Iran karena khawatir Amerika Serikat akan segera mengakhiri operasi militernya.

Menurut laporan Al-Monitor yang mengutip sumber pemerintah Israel—sebagaimana dikutip Kantor Berita Rusia TASS—Rabu (11/3/2026), pimpinan militer dan politik Israel berniat mempercepat serangan ke Iran. 

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa AS akan segera mengakhiri operasi militer dengan klaim kemenangan.

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yakin Israel mampu mencapai tujuan maksimal, yakni mengubah kepemimpinan Iran. Namun, sumber menyebut adanya perbedaan pandangan di pemerintahan Israel mengenai masa depan operasi di Iran.

Bacaan Lainnya

Netanyahu dan badan intelijen terus mendorong perubahan rezim di Iran, sementara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) skeptis terhadap skenario tersebut. Meski demikian, IDF bertekad untuk menimbulkan kerusakan sebesar mungkin pada Iran sebelum AS menghentikan operasi militer.

Target Utama Serangan

Target utama serangan Israel meliputi fasilitas yang terkait dengan program nuklir Iran, produksi rudal balistik dan drone, serta lokasi-lokasi administratif.

Pendukung agenda maksimalis percaya bahwa meskipun AS mengakhiri fase aktif operasi militer, perubahan pemerintahan di Iran masih dapat dicapai. Caranya dengan meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran dan mempertahankan kehadiran militer AS secara konstan di dekat Iran.

Latar Belakang Serangan 28 Februari

Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Kota-kota besar Iran, termasuk Teheran, menjadi sasaran serangan. Gedung Putih membenarkan serangan dengan alasan ancaman rudal dan nuklir dari Iran.

Serangan gabungan AS-Israel tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran lainnya. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan operasi yang menargetkan wilayah Israel. 

Pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab juga menjadi sasaran serangan balasan Iran.***

Pos terkait