Iran Tantang Tentara AS: “Mendekatlah”

Juru bicara Korp Garda Revolusi Islam (IRGC) Ibrahim Zulfiqori memposting video ‘selfie’ sedang main skateboard santai meminum minuman sambil memegang tongsis dengan latar belakang rudal balistik yang sedang meluncur. — Tangkapan Layar X
Iran menantang tentara Amerika “mendekat” saat Trump membuka opsi pengerahan pasukan darat ke Timur Tengah.

Tantangan itu disampaikan pejabat pertahanan senior Iran, Laksamana Ali Akbar Ahmadian. Ahmadian menegaskan Iran sudah lama menyiapkan diri menghadapi kemungkinan tentara Amerika masuk ke medan perang darat.

“Selama bertahun-tahun kami menunggu Amerika di titik-titik yang telah kami tentukan, dan lebih dari dua dekade kami berlatih strategi perang asimetris untuk momen ini. Kini, kami hanya punya satu pesan untuk tentara Amerika: Mendekatlah,” tulis Ahmadian, seperti dikutip Al Mayadeen pada 25 Maret 2026.

pejabat pertahanan senior Iran, Laksamana Ali Akbar Ahmadian. — Al Mayadeen

Pesan itu memperlihatkan satu hal: Teheran ingin menunjukkan bahwa ancaman invasi darat bukan alat tekan yang otomatis membuat mereka mundur.

Bacaan Lainnya

Justru sebaliknya.

Di Washington, opsi militer memang sedang bergerak. Wall Street Journal melaporkan pemerintah AS mempertimbangkan pengerahan tambahan pasukan darat dalam jumlah besar ke kawasan, termasuk kemungkinan misi untuk mengamankan aset strategis Iran, meski belum mengarah pada invasi penuh seperti Irak pada 2003.

Sejumlah anggota Kongres juga mulai menyuarakan keraguan terhadap langkah itu karena dinilai berisiko memperpanjang perang.

Sinyal Bahaya dari Dua Arah

Di lapangan, penguatan militer AS sudah terlihat. Associated Press melaporkan sekitar 2.500 Marinir AS telah berada di kawasan, sementara laporan lain menyebut USS Tripoli membawa ribuan personel tambahan ke Timur Tengah sebagai bagian dari opsi kontingensi Pentagon. Namun, pemerintahan Trump belum menyatakan keputusan final untuk operasi darat ke Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan mengatakan tujuan operasi masih dapat dicapai tanpa pasukan darat, dan perang diperkirakan berlangsung “berminggu-minggu, bukan berbulan-bulan.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa di dalam pemerintahan sendiri, opsi invasi darat belum menjadi keputusan resmi.

Pos terkait