Iran Luncurkan Gelombang ke-23 Operasi ‘Janji Sejati 4’, Rudal Generasi Baru Targetkan Pangkalan AS dan Israel

Iran mengumumkan akan melakukan serangan ke arah pangkalan AS di Timur Tengah dan wilayah yang dijajah Israel. — Press TV
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-23 Operasi “Janji Sejati 4” pada Jumat, 6 Maret 2026. Serangan balas dendam ini menggunakan drone dan rudal Iran generasi baru.

Operasi ini disebut menargetkan instalasi militer Amerika Serikat serta lokasi strategis di wilayah yang disebut Iran sebagai “wilayah pendudukan” Israel.

Dalam pernyataan resmi Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, fase terbaru operasi tersebut menggunakan sistem rudal berbahan bakar padat dan cair untuk menyerang banyak target sekaligus.

“Dalam gelombang ini, rudal generasi baru menargetkan sasaran di wilayah pendudukan dan pangkalan Amerika di kawasan tersebut,” demikian bunyi pernyataan IRGC seperti dilansir Press TV, dikutip pada Sabtu, 7 Maret 2026 WIB.

Bacaan Lainnya

Korps mengklaim sejumlah instalasi militer AS menjadi sasaran, termasuk pangkalan Sheikh Isa di Bahrain, Juffair di Bahrain, Ali al-Salem di Kuwait, serta pangkalan al-Azraq di Yordania.

Selain pangkalan AS, IRGC juga menyebut target di dalam wilayah Israel turut diserang. Kota Be’er Sheva disebut sebagai salah satu sasaran karena dianggap sebagai pusat teknologi strategis Israel.

Menurut IRGC, fasilitas yang berkaitan dengan teknologi canggih, keamanan siber, dan dukungan militer menjadi bagian dari target serangan.

Rudal Generasi Baru Digunakan

Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan fase lain dari Operasi “Janji Sejati 4” telah dimulai dengan peluncuran rudal dari jaringan pangkalan rudal yang disebut “rantai tak terputus”.

Korps menyebut operasi ini menjadi bukti bahwa kemampuan militer Iran tidak melemah, sekaligus menepis klaim yang menyebut sistem pertahanan Iran sedang mengalami penurunan.

IRGC juga mengungkapkan beberapa sistem rudal yang digunakan dalam operasi tersebut, antara lain Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah.

Rudal-rudal tersebut diklaim menghantam berbagai target di wilayah Israel serta posisi yang terkait dengan pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pos terkait