Iran Klaim Ubah Keseimbangan Perang: AS dan Israel Terjebak ‘Rawa’

Gelombang ke-76 Operasi Janji Sejati-4. - ParsToday
Dua puluh empat hari sudah. Dan dalam hitungan jam terakhir, peta konflik di Timur Tengah—setidaknya menurut narasi yang dibangun dari Teheran—telah berubah secara fundamental.

Bukan lagi sekadar serangan balasan atau perlawanan defensif. Iran kini berbicara tentang “keseimbangan pencegahan” atau deterrence balance—tentang keunggulan intelijen yang membalikkan posisi, tentang musuh yang mulai menunjukkan tanda-tanda erosi operasional dan psikologis.

Di ruang digital, di panggung diplomatik, dan di medan perang yang sesungguhnya, klaim-klaim itu bergulir cepat dalam 24 jam terakhir.

Angka Terbaru: 200 Lebih Alat Militer Musuh Dilumpuhkan

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi IRIB, Minggu (22/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa sejak konflik pecah pada 28 Februari, pasukan pertahanan udara Iran telah menghancurkan lebih dari 200 unit peralatan militer musuh. Rinciannya mencakup drone, pesawat tanker, hingga jet tempur.

Bacaan Lainnya

Tapi, ada satu klaim yang paling menonjol: Iran mengatakan berhasil menembak jatuh pesawat tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dan F-16 milik Israel di wilayah Iran bagian tengah. 

Pesawat tempur AS F-35. – Istimewa

Jika benar, ini adalah jet tempur AS pertama yang jatuh di dalam wilayah Iran sejak perang dimulai.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) dikabarkan mengakui bahwa satu pesawat F-35 mendarat darurat di pangkalan udara salah satu negara Timur Tengah setelah terkena tembakan—sebuah pengakuan tak langsung yang segera dipakai Iran untuk menguatkan narasi kemenangannya.

Gelombang ke-74 dan ke-75: Operasi “Janji Sejati-4”

Media pro-pemerintah Iran, seperti Pars Today dan Mehr, melaporkan bahwa IRGC telah melaksanakan “Gelombang Ke-74 dan Ke-75” dari Operasi Janji Sejati-4 dalam beberapa hari terakhir. Rudal balistik canggih—Emad, Kheibar Shekan, Ghadir, Khorramshahr-4—dikombinasikan dengan drone kamikaze Arash-2.

Sasaran yang diklaim Iran mencakup:

  • Pusat militer di Tel Aviv, Petah Tikva, Holon, dan Ramat Gan
  • Pangkalan Sultan Malik di Arab Saudi
  • Pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain
  • Infrastruktur energi dan militer Israel

Pars Today menggambarkan konflik yang semula “terbatas” kini telah berubah menjadi “konfrontasi regional dengan dimensi strategis”. Dan di dalam perubahan itu, menurut narasi Teheran, Iran-lah yang kini memegang kendali.

Pos terkait