Insiden KA Purwojaya, DPR Desak Kemenhub Gelar Audit Keselamatan Independen

Petugas mengevakuasi KA Purwojaya relasi Gambir-Cilacap yang anjlok di Stasiun Kedunggedeh, Bekasi, Sabtu (25/10/2025). Foto:Tangkapan Layar X @keretaapikita
DPR mendesak audit keselamatan independen usai KA Purwojaya anjlok di Bekasi.

Insiden kereta api anjlok kembali terjadi. Kali ini, Kereta Api Purwojaya (KA 58F) rute Gambir–Cilacap mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 14.22 WIB. DPR mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektivitas perbaikan layanan kereta api.

“Kasus kereta api anjlok dalam beberapa bulan terakhir terus terjadi,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda dalam keterangan tertulis, Ahad 26 Oktober 2025. Ia merinci, Agustus lalu ada tiga kasus: KA Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, dan Kereta Kuala Stabas di Lampung. “Bulan ini (Oktober) kembali terjadi. Meski tidak ada korban jiwa, kita tidak bisa menganggap sepele kasus ini,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Huda mengingatkan, kereta api telah menjadi tulang punggung transportasi nasional dengan lonjakan penumpang fantastis, dari 365 juta (2023) menjadi 505 juta (2024). Tingginya insiden ini, menurutnya, adalah bentuk krisis keselamatan.

“Ada tiga masalah utama pemicu kecelakaan: usia prasarana, akumulasi kerusakan sarana, dan cacat prosedur operasional,” paparnya.

Politikus asal Jabar VII ini mendesak Kemenhub mengambil langkah radikal. Di antaranya, meremajakan infrastruktur rel yang tua dan beralih dari perawatan korektif (menunggu rusak) ke perawatan prediktif berbasis data sensor, seperti di negara maju.

KAI Pastikan Penumpang Selamat

Di lokasi kejadian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan tersebut. KAI memastikan tidak ada korban jiwa; seluruh 232 penumpang dan awak kereta dalam kondisi selamat.

Petugas di lapangan langsung mengevakuasi seluruh penumpang menggunakan enam bus menuju stasiun tujuan masing-masing. “Prioritas kami adalah keselamatan. Dua kereta bagian belakang mengalami anjlokan, seluruh penumpang telah kami evakuasi dengan aman,” jelas pernyataan resmi KAI.

Pos terkait