Peran Guru dan Orang Tua Diperkuat
Dindik Jatim juga menekankan optimalisasi peran guru bimbingan konseling dan wali kelas dalam langkah pencegahan. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan perilaku siswa di sekolah, dialog terbuka terkait aktivitas digital, serta pendampingan psikososial bagi siswa yang menunjukkan perubahan perilaku.
“Kami menegaskan sekolah wajib menciptakan lingkungan aman dari ideologi kekerasan, dengan regulasi penggunaan gawai secara bijak, penguatan pengawasan aktivitas ekstrakurikuler dan komunitas daring siswa, serta pelaporan berjenjang jika ditemukan indikasi paparan konten ekstrem,” jelasnya.
Kolaborasi dengan orang tua dinilai tak kalah penting. Aries mengimbau orang tua membangun komunikasi terbuka, memahami pola konsumsi digital anak, dan menciptakan suasana dialog tanpa penghakiman.
“Sekolah dan orang tua harus berjalan seiring. Pendidikan digital tidak bisa berhasil tanpa komunikasi yang kuat antara guru dan keluarga,” ujarnya.
Dindik Jatim memastikan siap memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait, aparat keamanan, serta lembaga perlindungan anak agar pencegahan dilakukan sejak hulu.
Aries menegaskan pendidikan merupakan benteng strategis menghadapi ideologi kekerasan.
“Pendidikan harus melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nalar reflektif, empati, dan karakter kuat,” pungkasnya.***





