Pada 2022, dia kembali bermarkas di Polres Mojokerto Kota, namun dengan pangkat yang naik satu strip, yakni komisaris polisi dengan jabatan Kabagops.
Pada September 2023, dia dipindahtugaskan sebagai kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Selama berkarir di Polres Mojokerto Kota, polisi berpangkat melati satu ini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak neko-neko. Meski akhir-akhir ini fisiknya melemah dan sering sakit-sakitan, namun Maryoko selalu ingin tampil maksimal, khususnya di hadapan pimpinan.
Saat dikabarkan tewas, banyak anggota polisi yang tak menyangka jika bapak dua anak ini nekat mengakhiri hidup dengan cara tak wajar.
Informasi yang dihimpun, Maryoko kerap mengeluh sakit yang luar biasa. Terutama setahun terakhir, sejak dimutasi dari kabagops menjadi Kapolsek September 2023 lalu.
Dadanya sering sesak dan napas yang kurang teratur. Tak hanya itu, dia juga kerap mengalami pusing karena mengidap hipertensi. Sempat dua kali mengalami serangan stroke sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif dari tim medis.*





