Klaim Israel Atas Nama Tuhan: Mulai dari Tanah hingga Air Hujan

Seorang anak laki-laki berdiri di tengah hujan di sebuah sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Jalur Gaza.(AFP Photo)

Namun, menurut perintah militer Israel yang berlaku di wilayah tersebut, hujan adalah milik pemerintah Israel. Oleh karena itu warga Palestina dilarang mengumpulkan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga atau pertanian. 

Pada tahun 2010, Israel menyetujui pembangunan titik pengisian di Desa Tuwani yang diklaim meringankan masalah ketersediaan air di desa tersebut—meski kapasitas titik pengisian jauh di bawah kapasitas yang diminta oleh lembaga kemanusiaan—kurang dari 1/4—untuk melayani desa-desa sekitar yang dianggap sebagai kelompok masyarakat paling berisiko mengalami kelangkaan air di Tepi Barat.” 

Bacaan Lainnya

Temuan-temuan dalam laporan di atas selaras dengan temuan Amnesti International tahun 2017, yang dituangkan dalam laporan berjudul “The Occupation of Water.”

Menurut laporan tersebut, pada tahun 1967 otoritas militer Israel mengkonsolidasikan kekuasaan penuh atas semua sumber daya dan infrastruktur terkait air di wilayah pendudukan Palestina. Perintah Militer 158 mengharuskan semua warga Palestina mendapatkan izin dari militer Israel sebelum membangun instalasi air baru. Sejak saat itu, setiap ekstraksi air dan pembangunan infrastruktur air harus melalui Israel, yang menurut Amnesty menimbulkan “konsekuensi menghancurkan” bagi warga Palestina di sana. 

Laporan Amnesti juga menyatakan:

“(Orang-orang Palestina) tidak dapat mengebor sumur air baru, memasang pompa atau memperdalam sumur yang ada, selain tidak diberi akses ke Sungai Yordan dan sumber air tawar. Israel bahkan mengontrol pengumpulan air hujan di sebagian besar Tepi Barat, dan tangki penampungan air hujan milik komunitas Palestina seringkali dihancurkan oleh tentara Israel. Akibatnya, sekitar 180 komunitas Palestina di daerah pedesaan di Tepi Barat yang diduduki tidak memiliki akses terhadap air yang mengalir, menurut [lembaga kemanusiaan] OCHA. Bahkan di kota-kota dan desa-desa yang terhubung dengan jaringan air, keran sering kali kering.”

Meskipun perintah militer Israel untuk mengendalikan pengumpulan air hujan Palestina sudah dilaporkan kepada PBB lebih dari satu dekade yang lalu, status keseluruhan kendali Israel atas pasokan air Palestina masih berlanjut hingga kini. 

Banyak warganet kesal oleh unggahan tersebut. Mereka pun menanyakan, apakah warga Palestina memang dilarang oleh otoritas Israel untuk mengumpulkan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian? 

Air hujan bukan satu-satunya milik Tuhan yang diklaim Israel. Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu alasan utama bangsa Israel merebut tanah Palestina adalah untuk “meminta kembali tanah yang dijanjikan Tuhan” kepada mereka, sebagaimana tertuang dalam kitab suci yang mereka yakini. Tafsir terhadap firman Tuhan yang dikerjakan secara serampangan ini selalu dikemukakan sebagai klaim historis-religius untuk membenarkan perilaku merusak kaum zionis.

Di tengah segala kekacauan yang diciptakan Zionis Israel, yang dibumbui klaim terhadap berbagai hal milik Tuhan itu, PBB ngapain aja?

Sepertinya tak mengherankan jika di tengah invasi Israel ke Palestina ini muncul meme satir: bahwa PBB adalah sesuatu yang paling tak berguna di dunia!

Pos terkait