Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap Palestina dan operasi perdamaian. Setelah bertemu Presiden Prabowo, ia dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke pusat pelatihan pasukan perdamaian TNI pada Senin, 19 Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres membahas situasi Palestina, reformasi sistem multilateral, pembiayaan pembangunan, serta perubahan iklim dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).
Keterangan yang dipublikasikan hingga Senin (19/10) menyebut Guterres menyampaikan penghargaan atas dukungan Indonesia terhadap PBB, termasuk kontribusi pasukan dalam operasi pemeliharaan perdamaian.
Sekretariat Kabinet juga menyatakan Guterres mengapresiasi langkah Indonesia membantu rakyat Palestina. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, bersama delegasi kedua pihak.
Apa yang dibahas?
Menurut keterangan PBB yang dikutip ANTARA, pembicaraan mencakup reformasi sistem multilateral dan kemajuan pelaksanaan Agenda 2030, yakni kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Guterres turut mengapresiasi peran Indonesia dalam mendorong pembiayaan pembangunan yang inovatif dan aksi menghadapi perubahan iklim.
Sementara itu, Sekretariat Presiden menyebut pertemuan bertujuan memperkuat komunikasi Indonesia–PBB dalam menghadapi tantangan global, menjaga perdamaian, dan mendorong penyelesaian persoalan melalui kerja sama internasional.
Keterangan yang tersedia belum merinci kesepakatan operasional baru, nilai pendanaan, atau jadwal pelaksanaan tindak lanjut dari pembicaraan tersebut.
Guterres berpamitan menjelang akhir masa jabatan
Menurut Sekretariat Kabinet, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Guterres untuk berpamitan kepada Prabowo menjelang berakhirnya masa jabatannya pada Desember 2026.
Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa Guterres dijadwalkan bermalam di kediaman Prabowo pada Minggu malam.
Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi antara lain Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Delegasi Guterres mencakup Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi serta Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal.
Agenda berikutnya: penghormatan kepada prajurit perdamaian
Pada Senin (19/10), Guterres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Kabupaten Bogor.
Menurut agenda yang disampaikan PBB, ia akan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian. Ia juga dijadwalkan bertemu prajurit yang akan diberangkatkan ke misi PBB di Republik Afrika Tengah atau MINUSCA.
Guterres kemudian dijadwalkan berpidato di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dengan tema “Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?”, sebelum kembali ke New York.***
![19_SF_Survei PPI] (1)](https://samudrafakta.com/wp-content/uploads/2026/10/19_SF_Survei-PPI-1.jpg)




