Guru Honorer dan Pemerintah yang Absen

Di ruang kelas yang sunyi, guru honorer terus mengajar—di tengah idealisme pendidikan yang tinggi dan kesejahteraan yang nyaris tak berpijak.

Jika masih ada honorer tersisa, tanggung jawabnya, kata Suharmen, berada di tangan pemerintah daerah sebagai pemberi kerja. Namun klaim “selesai” itu terasa berjarak dengan kenyataan lapangan. Ketika afirmasi dihentikan dan seleksi kembali menjadi kompetisi terbuka, guru honorer kembali berhadapan dengan kemampuan fiskal daerah yang timpang.***

Pos terkait