Gunung Kelud Meletus Tahun 1902 Menyambut Kelahiran Bayi Sukarno

Dokumentasi letusan Gunung Kelud pada awal abad ke-20, yang disebut Sukarno seiring dengan kelahirannya. (Foto: Wikipedia Common)
Sosok Soemodihardjo yang Berbeda dengan Versi Kompas

Terkait sosok Soemodihardjo, yang menurut laporan Kompas pada tahun 1970 menjadi saksi kelahiran Sukarno di Surabaya, Samudra Fakta mendapatkan data tentang nama yang sama, namun statusnya berbeda dari versi Kompas.

Soemodihardjo menurut temuan Samudra Fakta memiliki nama lengkap RM. Sajid Soemodihardjo. Dia bukan adik dari Soekeni, ayah Sukarno, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.

Menurut keterangan Kushartono, cucu Soemodihardjo, kakeknya adalah adik dari ayah angkat Sukarno yang bernama RM. Soemosewojo—yang punya rumah di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kediri, yang kini dikenal sebagai Ndalem Pojok.

Bacaan Lainnya
Foto: Dok. Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok.

Kakak-adik Soemosewojo dan Soemodihardjo, menurut Kushartono, memang masih berkerabat dengan Soekeni, tetapi bukan saudara kandung. Kushartono sendiri saat ini didapuk sebagai Ketua Yayasan Persada Soekarno Ndalem Pojok, Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Menurut versi Kushartono—yang berbeda sama sekali dengan Kompas—Soemodihardjo menjenguk Kusno, yang merupakan nama bayi Sukarno, ketika baru berusia lima hari. Soemodihadjo menjenguk Kusno di rumah bapaknya, Soekni, di Desa Ngelo (Rejoagung), Ploso, Jombang.

Dari keluarga Soemodihardjo sendiri, sebagaimana keterangan Kushartono, tidak pernah ada kisah bahwa Soemodihardjo menyaksikan kelahiran Sukarno di Surabaya, sebagaimana dilaporkan Kompas.

| Wijdan, Pram

 

 

 

Pos terkait