Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai jika wacana penyeragaman kemasan rokok polos tanpa identitas merek (plain packaging) bagi seluruh produk tembakau dan nikotin merupakan cara pihak luar untuk mengatur industri nasional.
__________
Sebagai informasi, rencana penyeragaman kemasan rokok polos itu tercantum dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sebagai turunan dari PP Nomor 28/2024 tentang Kesehatan.
Wacana tersebut, menurut Hikmahanto, diduga mengadopsi tidak langsung dari ketentuan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang dicetus WHO.
Dia menegaskan bahwa kebijakan nasional harus lahir dari kebutuhan domestik, bukan tekanan asing. Lantaran ketentuan FCTC oleh WHO secara resmi tidak diratifikasi oleh Indonesia.
“Jangan sampai kemudian Indonesia bisa diatur (oleh kebijakan asing). Sekali lagi, yang saya harus tegaskan bahwa pemerintah kita punya kedaulatan. Pemerintah kita harus tahu apa yang dibutuhkan oleh industri, oleh masyarakat, oleh kepentingan kita di Indonesia tanpa ada intervensi asing,” kata dia kepada media, Senin, 2 Juni 2025.
Hikmahanto mencontohkan pendekatan berbeda dilakukan Amerika Serikat (AS) sebagai negara yang selektif dalam merespons perjanjian internasional. Walaupun ikut aktif dalam pembentukan berbagai konvensi global, AS kerap menolak untuk meratifikasi jika dirasa tidak sejalan dengan kepentingan nasionalnya.
“Indonesia harus seperti Amerika Serikat, yang tahu betul apa arti dari suatu kedaulatan. Kalau misalnya kepentingan nasional kita terganggu, kita akan mengatakan tidak akan ikut dalam perjanjian,” tegas Hikmahanto.
Dia menambahkan, pelarangan identitas merek pada kemasan rokok bakal mematikan daya saing industri legal yang selama ini mengandalkan kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran.
“Bagi industri yang, katakanlah, mempunyai keunggulan untuk rokoknya, itu punya karakter. Bukannya tidak mungkin mereka berkompetisi melakukan persaingan melalui cover atau bungkus dari rokok tersebut. Nah, kalau misalnya ini semua plain, coba bisa dibayangkan mereka tidak akan bisa bersaing,” ungkapnya.

