Gempur TBC, Dinkes Surabaya Periksa 44 Ribu Suspek Kasus

Pemeriksaan Suspek TBC di Surabaya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh. - Diskominfo Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya menggenjot upaya penemuan kasus TBC secara masif. Puluhan ribu warga diperiksa menggunakan metode inovatif berbasis air liur.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat terhadap ancaman penularan tuberkulosis (TBC). Langkah taktis berupa pelacakan kontak erat dan penapisan kesehatan digencarkan secara berkala di berbagai klaster wilayah.

Hingga Mei 2026, capaian penemuan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan grafik perkembangan yang sangat impresif. Agenda ini menjadi bagian krusial demi menyokong target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030 mendatang.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kependudukan dan Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengungkapkan bahwa jajarannya telah mengunci lima area strategis yang menjadi fokus pelaksanaan operasi penapisan massal setiap pekannya.

“Kita punya kegiatan untuk pelacakan dan penapisan. Di Surabaya ini ada lima area yang setiap minggu itu kita lakukan kegiatan tersebut,” ujar dr. Billy Daniel Messakh di Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Capaian Target Penapisan Masif

Berdasarkan data operasional Dinkes Surabaya periode Januari hingga Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek terduga TBC, sebanyak 44.088 orang telah berhasil diperiksa atau menembus 71,54 persen.

Sementara itu, jangkauan program penapisan kesehatan umum telah menyasar 644.201 penduduk. Angka ini setara dengan 45,78 persen dari target total 50 persen populasi warga kota yang diwajibkan menjalani pemeriksaan dini.

Dari estimasi 11.412 kasus TBC pada tahun ini, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan secara cepat. Angka tersebut terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

Saat ini, sebanyak 4.166 pasien sedang menjalani perawatan intensif di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Sebanyak 84,43 persen pasien TBC SO dan 79,65 persen pasien TBC RO telah memulai pengobatan klinis mereka.

Tingkat keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate) untuk kategori TBC SO di Surabaya mencatatkan performa gemilang di angka 89,36 persen. Di sisi lain, angka kematian pasien selama masa terapi berhasil ditekan hingga tersisa 1,80 persen saja.

Inovasi Teknologi Air Liur

Guna memutus mata rantai penularan di lingkungan keluarga, petugas medis telah mengeksekusi 2.461 investigasi kontak. Hasilnya, sebanyak 2.729 orang yang tinggal serumah dengan pasien langsung diberikan terapi pencegahan khusus.

Pelaksanaan penapisan ini salah satunya berpusat di Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir. Pemkot Surabaya bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis paru, serta para residen medis.

“Di sana kita libatkan tim spesialis dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang untuk memperkuat penanganan di lapangan,” jelas Billy, Jumat (12/6/2026).

Proses deteksi kini jauh lebih mudah berkat adanya adopsi teknologi medis terbaru. Petugas lapangan tidak lagi bergantung penuh pada sampel dahak pasien yang selama ini kerap sulit didapatkan saat proses pemeriksaan fisik.

“Ternyata ada alat baru yang bisa membantu kita, cukup menggunakan sampel saliva atau air liur saja kita sudah bisa mendeteksinya,” kata Billy menerangkan keunggulan teknologi yang didukung pakar internasional asal Cina dan Korea tersebut.

Seluruh paket obat-obatan kini telah disiagakan gratis di seluruh puskesmas. Kader Surabaya Hebat (KSH) bersama tim Kemenkes juga dikerahkan penuh untuk mendampingi serta memotivasi pasien agar tidak putus obat di tengah jalan.***

Pos terkait