Gempur TBC, Dinkes Surabaya Periksa 44 Ribu Suspek Kasus

Pemeriksaan Suspek TBC di Surabaya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh. - Diskominfo Surabaya
Inovasi Teknologi Air Liur

Guna memutus mata rantai penularan di lingkungan keluarga, petugas medis telah mengeksekusi 2.461 investigasi kontak. Hasilnya, sebanyak 2.729 orang yang tinggal serumah dengan pasien langsung diberikan terapi pencegahan khusus.

Pelaksanaan penapisan ini salah satunya berpusat di Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir. Pemkot Surabaya bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis paru, serta para residen medis.

“Di sana kita libatkan tim spesialis dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang untuk memperkuat penanganan di lapangan,” jelas Billy, Jumat (12/6/2026).

Bacaan Lainnya

Proses deteksi kini jauh lebih mudah berkat adanya adopsi teknologi medis terbaru. Petugas lapangan tidak lagi bergantung penuh pada sampel dahak pasien yang selama ini kerap sulit didapatkan saat proses pemeriksaan fisik.

“Ternyata ada alat baru yang bisa membantu kita, cukup menggunakan sampel saliva atau air liur saja kita sudah bisa mendeteksinya,” kata Billy menerangkan keunggulan teknologi yang didukung pakar internasional asal Cina dan Korea tersebut.

Seluruh paket obat-obatan kini telah disiagakan gratis di seluruh puskesmas. Kader Surabaya Hebat (KSH) bersama tim Kemenkes juga dikerahkan penuh untuk mendampingi serta memotivasi pasien agar tidak putus obat di tengah jalan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan