Gelombang Panas Terjang Eropa Kian Ganas, Prancis Kerahkan Sistem Darurat Kesehatan Publik

Ilustrasi dibuat oleh SORA.

Namun, di sisi timur seperti Valencia dan Catalonia, justru terjadi badai dan hujan lebat. Curah hujan mencapai 20 mm, menambah lapisan tantangan cuaca ekstrem. Suhu menyengat ini jadi yang terpanas sepanjang musim panas tahun ini. Otoritas cuaca di berbagai negara Eropa mengeluarkan ratusan peringatan.

Bukan hanya Spanyol dan Prancis, tapi juga Italia, Jerman, Portugal, hingga wilayah Balkan masuk radar bahaya panas ekstrem. MeteoAlarm, platform pemantauan cuaca Eropa, mencatat ratusan peringatan panas aktif per Selasa (1/7).

“Ini bukan fenomena langka lagi. Panas ekstrem kini jadi rutinitas,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres, dikutip Independent UK. Ia menegaskan, pemanasan global memperparah kondisi, dan tak satu pun negara kebal dari dampaknya.

Bacaan Lainnya
Dua Tewas di Italia

Suhu juga melonjak di Italia, mencapai 42°C. Delapan wilayah masuk status siaga panas, termasuk Lazio dan Tuscany. Dua orang dilaporkan tewas. Seorang pekerja konstruksi di Bologna meninggal mendadak. Sementara seorang pria lansia tenggelam di kawasan wisata Turin usai banjir bandang. Wilayah utara seperti Trentino-Alto Adige juga dilanda peringatan badai petir.

Warga pun bertahan dengan berbagai cara: berteduh di ruang ber-AC, menyemprotkan air ke tubuh di jalan, hingga menyerbu pantai-pantai di Barcelona.

Para ahli mengingatkan, gelombang panas ini bukan sekadar cuaca ekstrem. Ini peringatan keras dari alam akibat perubahan iklim yang makin tak terkendali.

Eropa harus bersiap. Musim panas belum usai. Suhu bisa naik lebih tinggi lagi dalam beberapa pekan ke depan.***

Pos terkait