Geger! Taqy Malik Diduga ‘Bisniskan’ Wakaf Alquran, Sahabat Ungkap Risiko Penjara di Saudi

Influencer dan pengusaha Taqi Malik diduga melakukan mark up wakaf Alquran di Tanah Suci. - IG @paparich666
Taqy Malik diduga melakukan mark-up wakaf Al-Qur’an di Arab Saudi berdasarkan tudingan sahabatnya, Randy Permana, yang khawatir akan dampak hukum bagi warga Indonesia.

Kabar mengejutkan datang dari influencer Taqy Malik yang diduga melakukan praktik mark-up atau penggelembungan harga pada penyaluran wakaf mushaf Alquran di Tanah Suci. Tudingan ini dibongkar oleh sahabatnya sendiri, Randy Permana, yang merupakan seorang pemandu wisata (tour guide) di Arab Saudi, karena khawatir aksi tersebut dapat berujung pada sanksi deportasi hingga penjara bagi warga Indonesia di sana.

​Awal Mula Dugaan Mencuat

​Dugaan ini pertama kali dibongkar oleh Randy Permana, seorang tour guide umrah dan fotografer profesional yang telah menetap selama lima tahun di Saudi Arabia. Melalui akun Instagram @paparich666, Randy mempertanyakan transparansi harga yang dipatok oleh pihak Taqy Malik.

​”Selama ane lima tahun bolak-balik di Saudi, nggak pernah ketemu harga mushaf Alquran 80 riyal. Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?” tulis Randy dalam unggahannya.

Bacaan Lainnya

​Sebagai perbandingan, Randy menyebutkan bahwa harga asli di pasaran jauh di bawah angka tersebut. Ia menilai selisih harga yang diambil terlalu besar dan tidak wajar untuk sebuah kegiatan sosial/ibadah.

​Risiko Hukum dan Keamanan Pekerja Migran

​Bukan sekadar masalah harga, Randy mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait prosedur penyaluran wakaf ribuan mushaf yang dilakukan secara masif. Menurutnya, tindakan tersebut bisa dianggap sebagai praktik jual beli ilegal oleh otoritas Arab Saudi.

​”Pihak otoritas keamanan masjid menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan secara online, dan itu secara aturan dilarang. Risikonya bisa dipenjara bahkan dideportasi dengan blacklist tidak bisa masuk Saudi selama sepuluh tahun,” jelas Randy dalam wawancara virtual, Jumat (13/2).

​Randy mengaku sebelumnya telah mengingatkan Taqy secara pribadi untuk berhati-hati, namun karena aksi tersebut kembali dibuka menjelang Ramadan, ia akhirnya memilih untuk bersuara di media sosial demi keamanan para pekerja Indonesia di sana.

​Respons Taqy Malik: Undangan Tabayyun Terbuka

​Menanggapi tudingan yang semakin liar, Taqy Malik akhirnya angkat bicara pada Minggu (15/2). Melalui unggahan di Instagram resminya, ia mengeluarkan “Undangan Terbuka Tabayyun” kepada Randy Permana dan pihak lain yang melontarkan tuduhan.

Pos terkait