Libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa (16/6/2026) bisa menjadi momen tepat untuk menikmati wisata budaya yang sarat tradisi dan sejarah. Salah satu agenda yang layak masuk daftar kunjungan adalah Festival Tabut 2026 di Kota Bengkulu.
Festival budaya tahunan tersebut akan kembali digelar pada 16–25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre Kota Bengkulu. Event ini menjadi salah satu tradisi paling ikonik masyarakat Bengkulu sekaligus masuk dalam program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan Festival Tabut tahun ini menjadi kali keenam masuk dalam kalender unggulan KEN.
“Penyelenggaraan tahun ini menjadi tahun keenam Festival Tabut masuk dalam program unggulan Kementerian Pariwisata, Karisma Event Nusantara. Hal ini menunjukkan keberhasilan Festival Tabut dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dari tahun ke tahun,” ujar Hafiz dikutip Selasa (9/6/2026).
Festival Tabut bukan sekadar hiburan rakyat. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Bengkulu dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Berakar Peristiwa Karbala
Sejarah Tabut sendiri berakar dari peristiwa Padang Karbala di Irak yang mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, pada tahun 680 Masehi. Tradisi tersebut dibawa ke Bengkulu oleh pekerja Muslim keturunan India pada masa kolonial Inggris.
Dalam perkembangannya, budaya Tabut kemudian berakulturasi dengan budaya lokal Bengkulu hingga menjadi identitas budaya masyarakat setempat yang tetap lestari hingga sekarang.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, wisatawan dapat menyaksikan berbagai prosesi adat yang unik dan sarat makna spiritual. Mulai dari Doa Memohon Keselamatan, Ngambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Tabut Naik Puncak, Arak Gedang atau Tabut Besanding, hingga ritual penutup Tabut Tebuang.