Festival Istiqlal Akan Digelar Kembali setelah Libur Tiga Dekade

Pemandangan indah Masjid Istiqlal dari ketinggian. Kemenag akan menghidupkan kembali Festival Istiqlal. Foto : masjidistiqlal.official

“Festival ini akan menjadi payung besar bagi keberagaman ekspresi budaya Islam yang melintasi batas wilayah, tak hanya di Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara,” tutur Amirullah.

Kilas Balik Festival Istiqlal

Festival Istiqlal pertama kali digelar pada 1991 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Salah satu momen ikoniknya adalah penulisan Mushaf Istiqlal oleh Presiden Soeharto, yang memulai prosesnya dengan menulis kalimat basmalah. Festival kedua digelar pada 1995 untuk memperingati 50 tahun Indonesia merdeka, menampilkan berbagai kegiatan seperti pameran Mushaf Usmani dari Tashkent, maket masjid, hingga pertunjukan seni tradisional seperti wayang.

Pada Festival Istiqlal I, sekitar enam juta orang hadir, sementara Festival Istiqlal II mencatat angka kunjungan hingga 11 juta orang.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan Festival Dunia Islam di London pada 1976 yang lebih menonjolkan artefak Timur Tengah, Festival Istiqlal mengangkat seni budaya Islam Indonesia yang terkait erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Harapan Baru

Rencana menggelar Festival Istiqlal III sebenarnya sempat muncul pada 2022 bertepatan dengan gelaran G20, di mana Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick Thohir, ditunjuk sebagai ketua pelaksana. Namun, rencana tersebut urung terlaksana.

Kini, Kementerian Agama kembali menggagas acara ini dengan harapan Festival Istiqlal dapat menjadi tonggak baru diplomasi budaya Islam Indonesia di tingkat global.***

Pos terkait